-->

5 Sifat Yang Harus Di Kenali Dalam Mencapai Ajaran Setia Hati Menurut Imam Al-Ghozali.

Kontributor : Mukhammad Syafi'i S.pd,
Jurnalterate.com - Iblis tidak akan pernah berhenti untuk menyesatkan manusia melalui nalar fikirnya. Dari segala arah mereka menggoda dan terus berusaha untuk menjerumuskan manusia. Iblis sendiri memiliki rekayasa dan tipu daya terhadap manusia yang taat.

Dalam kitab Raudhatut Thalibin wa Umdatus Salikin karangan Imam Al-Ghazali, Iblis akan menggoda umat manusia saat melaksanakan ketaataan dengan beragam cara :

Pertama, iblis akan menghalangi seorang hamba untuk berbuat ketataan. Jika Tuhan melindunginya dari bujukan ini, iblis menyuruhnya untuk menunda-nunda amal yang berhubungan dengan ibadah kebaikan.

Kedua, jika tuhan menyelamatkannya dari hal pertama (tipu daya yang pertama), maka iblis akan mendorongnya untuk tergesa-gesa dalam melaksanakan sesuatu.

Ketiga, ketika tuhan menyelamatkannya dengan dari rekayasa itu (tipu daya yang ke 2), iblis pun memerintahkan untuk menyempurnakan amal perbuatan yang berhubungan dengan ibadah dengan tujuan riya'/Pamer.

Keempat, apalabila Tuhan menyelamatkannya dari rekayasa (tipu daya ke 3) maka setan memasukkan sikap ujub (Adigang, Adigung; Angkuh)ke dalam hatinya.

Kelima, ketika setan melihat sifat-sifat pemilik hati dan fikiran seperti itu (Tipu daya ke 1-4), iblis akan meyuruh hamba untuk bersungguh-sungguh dalam kesendirian (Merasa baik), seraya membisikan pengaruh yang tertanam di sebelah hati nurani, "Sesungguhnya tuhan akan menampakkannya padamu." Dengan bisikan inilah, iblis menghendaki terbentuknya sikap riya.

Dalam keterngan lanjutan dari Imam Ghazali menjabarkan, jika seorang hamba mencukupkan diri dengan ilmu Tuhan Yang Maha Esa, maka seorang hambah akan selamat dari pengaruh tipu daya iblis. Seorang hambah yang ber-Setia hati tidak akan mematuhi tipu daya iblis dan medapatkan jaminan bahwa iblis tidak akan mampu lagi menggodanya.
"Seorang hambah yang memiliki keyakinan tinggi tidak lagi memerlukan amal-amal yang mudah di pengaruhi iblis (Perkara tipu daya pertama dan ke empat). Karena, jika seorang hambah diciptakan sebagai orang yang bahagia maka meninggalkan amal sedemikian tidak akan membahayakannya. Dan jika ditakdirkan sebagai orang yang sengsara maka amal ini tidak akan berguna untukmu."

Dengan demikian, jika Tuhan melindungi hambanya dari rekayasa ini, manusia akan berkata, "Aku hanyalah seorang hambah, dan seorang hamba wajib mengikuti perintah Tuhannya. Sedangkan Sang Tuhan bisa berbuat apa saja dan memutuskan sekehendaknya,"  Maka, atas pertolongan Tuhan, manusia akan selamat dari iblis.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb