Kisah Nu'aiman, Sahabat Nabi Yang Hobi Mabuk Namun Masuk Syurga Karena Kejujuran Dan Sifat Budi Luhurnya.
Kontributor : Mukhammad Syafi'i S.pd,
Jurnalterate.com - Nu'aiman bin Amr memang berkelakuan nyeleneh, Jahil dan sering menjengkelkan banyak orang dengan kebiasaan buruknya yang suka minum-minuman keras yang memabukkan. Karakter Nabi Muhammad SAW mungkin tidak begitu peduli terhadap orang-orang yang memperlakukan dirinya kurang baik, namun beliau sangatlah tidak menyukai kalau melihat orang melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Apalagi ini menyangkut sahabatnya sendiri, Nu'aiman.
Entah berapa kali Nu'aiman ketahuan sedang mabuk di depan rosulullah, akan tetapi Nu'aiman adalah orang yang sangat jujur berbudi pekerti luhur.
"Sedang apa kamu Nu'aiman." Tanya Rasulullah.
"Minum khamer ya Rasulullah" jawab nu'aiman dengan polos.
Rasulullah pun langsung mengambil sebilah balok kayu, Maka di pukulah punggung Nu'aiman beberapa kali. Nu'aiman pun akhirnya berjanji di hadapan Nabi tidak akan minum khamer lagi.
Beberapa hari kemudian, Nu' aiman kedapatan lagi oleh Nabi sedang teler. Maka dipukulag lagi punggung Nu'aiman oleh Rasulullah.
Nu'aiman pun berjanji lagi tidak akan minum khamer lagi. Tapi perbuatan itu diulang lagi sampai beberapa kali.
Akibat kelakuan Nu'aiman yang seolah mempermainkan Nabi, beberapa sahabat merasa jengkel di antaranya ada yang memukulinya. Bahkan, ada yang mengutuknya. "Terlaknatlah kamu Nu'aiman berani mempermainkan Rasulullah," salah seorang sahabat nabi muhammad saw.
Mendengar ucapan laknat yang ditujukan kepada Nu'aiman, Nabi muhammad pun marah kepada para sahabatnya sendiri.
"Jangan melaknat Nu'aiman, dia sangat mencintai Allah dan Rasulnya dengan selalu berkata jujur dan berkelakuan pekerti luhur. Begitu pula dirinya juga dicintai Rasulnya dan dicintai Allah karenaa sifat-sifat keluhuran budinya"
Orang yang dicintai Rasulullah dan dicintai Allah, sudah di pastikan ahli surga. Melalui sifat budi pekerti luhur dan kejujuran yang tinggi, Nu'aiman di sayangi rosulullah dan di jamin masuk syurga bersama rosul harusnya menjadi salah satu motivasi untuk terus mengevaluasi diri ke dalam sifat-sifat terpuji.