-->

Setia Hati Terate Bukan Ajaran "Kejawen".

Kontributor : Kusrini Oktaviani
Jurnalterate.com - Nilai ajaran kenal diri berbudi pakerti luhur merupakan suatu muatan ajaran pendidikan karakter manusia yang terungkap dalam buku Sastra Penghayat Kepercayaan. Teks tersebut tergolong karya besar yang menjadi rujukan bagi seseorang untuk mencari keberadaan Tuhan.

Teks tersebut juga termasuk jenis sastra niti dalam tembung sastra bahasa jawa yang amat rahasia (Sir ma'rifat). Sebab pada awalnya hanya bersifat pelajaran khusus bagi seseorang yang mengamalkan nilai-nilai moral manusia. Nilai moral manusia tersebut terangkum dalam konsep nilai ajaran kenal diri berbudi pekerti luhur.

Apakah Sh Terate merupakan ajaran kejawen? Jawabannya adalah "Bukan". Dalam hakikatnya, Sh Terate berideologi sebagai penguat keyakinan dan keimanan melalui metode "kenal diri berbudi pakerti luhur" untuk memperoleh itu semua dasar yang di dapatkan seseorang pada saat menjadi siswa harus lebih di fahami dengan kaidah agama yang di anut setelah di syahkan menjadi warga dengan petunjuk warga sepuh yang di rekomendasikan oleh pengurus Pusat Madiun.

Konteks dasar ajaran "Kenal diri berbudi pakerti luhur" sendiri bermuara pada kitab-kitab tuhan yang maha Esa. Berikut adalah salah satu dasar muaranya :

1. Islam.

Islam tidak terlepas dari ilmu tasawuf rahmatan lil a'lamin yakni menebar kasih sayang kepada semua makhluk tuhan yang maha esa. Pendirikan tasawuf ini di haruskan untuk semua penganutnya agar terlebih dahulu mengenal tuhan yang maha esa.

ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

Artinya, “Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”


2. Kristen

Kepatuhan dan keintiman orang kristen dengan Tuhan akan membawanya mengerti apa yang mereka inginkan untuk hidupnya. Mereka pun akan tahu untuk apa mereka hidup di dunia ini, apa tujuannya, dan dimana mereka bisa berbuah. Salah satu latar belakang inilah, setiap pastur dan pengiman al-kitab menganjurkan setiap penganutnya untuk lebih mengenali diri sendiri.

Ams 14:8 "Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya."

3. Budha/Budhis.

Budha adalah sebuah agama berpaham nonteisme atau filsafat yang berasal dari bagian timur anak benua India dan berlandaskan kepada ajaran Siddhartha Gautama. Penyebaran agama Buddha di India dimulai sejak abad ke-6 sebelum Masehi hingga abad ke-4 sebelum Masehi. Dalam teks yang di tulisan sidharta gauthama untuk memadamkan moha, lobha, dan dosa agar tersambung dengan dengan Nibbana seseorang harus melakukan perbuatan yang benar, tidak melakukan perbuatan yang salah, mempraktikkan meditasi mengenal diri sendiri dengan tujuan untuk menjaga pikiran agar selalu pada kondisi yang baik atau murni dan mampu memahami fenomena batin dan jasmani merupakan ajaran tertinggi dalam budha.

4. Khong Hu Cu.

Ajaran Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga di sebut Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao (儒教) yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, Sadar Diri, terpelajar dan berbudi luhur. Khonghucu memang bukanlah pencipta agama ini melainkan dia hanya menyempurnakan agama yang sudah ada jauh sebelum kelahirannya seperti apa yang dia sabdakan: "Aku bukanlah pencipta melainkan Aku suka akan ajaran-ajaran kuno tersebut". Meskipun orang kadang mengira bahwa Konghucu adalah merupakan suatu pengajaran filsafat untuk meningkatkan moral dan menjaga etika manusia. Sebenarnya kalau orang mau memahami secara benar dan utuh tentang Ru Jiao atau Agama Konghucu, maka orang akan tahu bahwa dalam agama Khonghucu (Ru Jiao) juga terdapat Ritual yang harus dilakukan oleh para penganutnya. Agama Konghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah "Tian" atau "Shang Di".

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb