Do'a Si Gareng Yang Selalu Terkabul Dari Tukang Sate Sampai Kembali Lagi Di Kehidupan Awal.
Kontributor : Noli Anjalka
Jurnalterate.com - Gareng adalah salah satu dari empat punakawan yang sering muncul dalam pertunjukan wayang di tanah Jawa. Sifat Gareng sebagai kawula yang selalu berhati-hati dalam bertindak membuatnya menjadi salah 1 dari 4 punakawan satria pamong pangeran. Atau lebih di kenal dengan manusia yang dekat dengan tuhan, saking dekatnya tidak ada doa yang tidak mustajabah.
Gareng ingin segera sukses tanpa usaha, dia pun berdoa.
"Ya Tuhan..! Jadikan aku orang yang cuma dengan kipas-kipas saja tapi Uang mendatangiku...!"
Jreeeng.....!!!
Tak lama kemudian si Gareng jadi penjual sate.
Tidak puas dengan itu, dia berdoa lagi: "Ya Tuhan..! Jadikan aku orang yang hanya dengan duduk goyangkan kaki bisa dapat rezeki...!"
Jreeeng.....!!!
Sesaat kemudian si Gareng jadi tukang jahit.
Masih tak puas, dia berdoa lagi: "Ya Tuhan...! Jadikan aku orang yang hanya dengan duduk diam uang mendatangiku...!"
Jreeeng.....!!!
Dua jam kemudian si Gareng jadi penjaga WC umum di terminal.
Baca juga :
Dia masih penuh harapan sambil berdoa lagi: " Ya Tuhan..! Kali ini saja jadikan aku yang bisa memerintah orang kaya. Jadikan aku hamba-Mu yang bisa mengatur mereka dengan leluasa dan kuasa...!"
Jreeeng.....!!!
Empat jam kemudian si Gareng jadi tukang parkir.
Masih belum puas atas hasil dari berdoanya, Gareng berdoa lagi : "" Yaaaaaa Tuhan..! Mohon sekarang jadikan aku orang yang berwibawa. Tatapanku disegani orang. Setiap yang bertemu denganku merasa sungkan."
Jreeeng.....!!!
Tak lama kemudian si Gareng jadi debt collector.
"Ya Tuhan...! Kok salah melulu...! Jadikan hamba-Mu ini seorang yang punya banyak pengikut. Ke mana pun hamba-Mu ini melangkah, pengikutku selalu menaatiku...!"
Jreeeng.....!!!
Sehari kemudian si Gareng jadi tukang ngangon (penggembala) bebek.
"Ampuuun salah lagi," si Gareng bergumam kurang puas. Dia berdoa lagi: "Ya Tuhan...! Tolonglah terakhir ini jadikan hamba-Mu ini seorang yang senantiasa dikelilingi para perempuan!"
Jreeeng.....!!!
Tiga jam kemudian si Gareng jadi tukang sayur keliling.
Ia merasa capek. Makanya hari ini si Gareng berdoa lagi: "Yaaa Tuhan...! Aku kapok berdoa yang muluk-muluk. Sekarang aku minta hidupku biasa saja. Penuh tawa ceria dan selalu Bersyukur seperti yang sedang membaca kisah ini!"
Jreeeeeng.....!!!
Akhirnya si gareng kembali pada kehidupan lamanya.
Catatan:
*) Hikmah yang bisa diambil dari kisah ini: Hidup bukan tentang apa yang dikabulkan, tetapi tentang berapa banyak yang kita syukuri. Saling mengingatkan, selalu bersyukur.