-->

Tombak "Paku Bumi" Syaikh Subakir dalam kisah babad tanah Jawa dan "Paku Bumi" Satu Abad Sh Terate menuju Terate Emas.

jurnalterate.com - Bahasa "Paku Bumi" dalam budaya jawa memang sudah tidak asing di telingah para pecinta tuhan dengan jalan tirakat-kanuragan. Istilah Bahasa "Paku Bumi" pernah di gaungkan oleh seorang ulama' yang berasal dari Persia yakni Syaikh Subaqir. Syiakh Subaqir adalah seorang waliyullah yang di utus untuk membuka jalan syariat agama islam di pulau Jawa. Karena begitu kuatnya kepercayaan tradisional masyarakat Jawa saat itu, banyak ulama-ulama Agama Islam gagal untuk menyebarkan dakwah agama Islam di tanah Jawa. Hingga akhirnya datanglah sosok yang kharismatik dan memiliki ilmunkanuragan yang tinggi dari Persia bernama Syekh Maulana Subaqir dengan i'tikad menyucikan Pulau Jawa dari kemusyrikan bangsa Jin dan menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa.

Dalam peperangannya melawan bangsa jin, Syekh Subaqir menancapkan tombak sebagai "Paku Bumi" di Gunung Tidar sehingga membuat bangsa jin terusir dari tanah Jawa dan mengungsi ke pantai selatan Jawa. Di maksudkan dengan menancapkan tombak sebagai "Paku Bumi" dari Syaikh Subaqir adalah agar terusirnya mara bahaya dari tanah Jawa sehingga dalam berdakwah para Ulama mendapat keselamatan dan kelancaran.

Begitupun dengan puncak acara Satu Abad Sh Terate yang jatuh pada 2 September 2022 di Kabupaten Madiun. Pengambilan sejumput tanah di seluruh pelosok Negeri di kandung maksud untuk menancapkannya kembali "Paku Bumi" untuk mengejahwantahkan Sh Terate sebagai penegasan bagian dari NKRI dan menjadi "Paku Bumi"-nya dunia untuk menyebarkan ajaran "Memayu Hayuning Bawana".

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb