Natal dan tahun baru sebentar lagi, Sudahkah warga Sh Terate merenung makna Natal yang membawanya ke dalam sifat berbudi luhur.
jurnalterate.com - Sh Terate adalah rumah semua insan manusia dengan dasar "Persaudaraan" tanpa memandang latar belakang, begitupun anggota Sh Terate yang beragama kristiani mulai dari NTT, Papua, Papua Barat, Timor Leste dan masih banyak wilayah lain yang setiap bulan Desember bersuka cita dalam Natal. Suka cita Natal dirayakan dengan berbagai cara mulai dari yang sederhana hingga di rayakan dengan kemewahan.
Namun di tengah suka cita pesta, keceriaan, dan hadiah, Sh Terate mengajak meluangkan waktu sejenak untuk merenungi makna Natal yang benar menurut Alkitab, merenungi kehadiran Yesus dalam iman Kristiani terkhusus warga Setia Hati Terate.
Hari Natal adalah momen spiritual bagi umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus. Lahirnya Yesus menggambarkan kasih Tuhan bagi dunia. Seperti yang tertuang pada Lukas 2: 4-19 "Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Bethlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud. Supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
"Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan."
Ramalan tentang kedatangan Yesus sudah terlebih dahulu ditulis oleh Yesaya pada kisah perjanjian lama dalam Alkitab. Saat umat Kristiani merayakan Natal, sesunggyhnya mereka telah merayakan suatu momen dalam sejarah ketika sebuah ramalan tergenapi.
Meski belum diketahui pasti kapan Yesus terlahir, namun kehadirannya sebagai S"ang Juru Selamat" ke dunia dimaksudkan untuk menebus dosa manusia. Tanpa Yesus, umat manusia akan tenggelam dalam dosa. Dosa yang diwariskan dari manusia pertama ciptaan Tuhan, Adam dan Hawa.