Kontruksi pemikiran antara : Sedulur Tunggal Guru dan Sedulur Tunggal Kecer.
jurnalterate.com - Beberapa pekan lalu, viral sebuah perguruan baru dari mantan anggota Sh Terate berlabel "Sedulur Tunggal Guru-Bintang Songo" yang di inisiasi sendiri oleh Sunardi Amin di Pacitan. Sunardi Amin sendiri adalah warga Sh Terate pengesahan 2007, dengan sikap kesatrianya Sunardi Amin secara jelas menyatakan keluar dari Organisasi bercorak Paguron tanpa bersifat mangro tingal.
Sedulur Tunggal Guru-Bintang Songo secara ilmu kebathinan panca dasar Sh Terate bukan lagi Sedulur Tunggal Kecer versi Sh Terate karena sudah gugur melalui pesaksian dirinya untuk keluar dari Sh Terate yang bermuara dan bersumber ke Madiun. Dengan posisi yang sama seperti Psht-1922 Indonesia, Sh Korlap Takeran, Sh Pilangbango dan juga Rumpun Sh Organisasi. Akan tetapi, sebagai sesama manusia dan juga sesama anak bangsa kita sebagai warga Sh Terate di tuntut untuk selalu bersifat memayu hayuning bawono kepada semesta alam agar kontruksi keindahannya tetap terjaga dan tidak memusuhi saudara yang melepaskan diri dari tertib administrasi dan sanad keilmuan.
Demikianlah Sh Terate, sejak kelahirannya tahun 1922 di Pilangbango Madiun selalu mengalami dinamika yang bersifat organisasi berupa mengeluarkan dan di tinggalkan anggota yang notabenya tidak lagi sejalan dengan jalan fikiran pribadinya. Namun hal itu bukan menjadi alasan Sh Terate tidak berkembang meskipun pasca 1/2 : 10 Sh Terate sempat mengalami gejolak berawal tahun 2016 di Jakarta, seperti yang kita tahu Sh Terate mengalami kemajuan yang pesat luar biasa dengan tata tertib administrasi pusat Madiun yang di ketuai oleh Kang Mas Moerdjoko terhitung 100.000 Lebih Warga Sh Terate di seluruh belahan dunia.