-->

Bahayanya sikap "Mangro Tingal" dalam Sh Terate, Pagi Kedelai, Sore Tempe (Munafiq).

jurnalterate.com - Mangro Tingal memiliki arti yaitu, bersikap mendua, berkeyakinan ganda, berkepala/bermuka dua (Plin-plan). Istilah dalam bahasa Jawa mengatakan "Mbang Cinde, Mbang Ciladan". Lain pagi-lain siang, lain sore-lain malam, pagi mengatakan tahu-sore jadi tempe, Pagi ngaku Sh Terate, Malamnya jadi perguruan lain. Kalimat yang lebih keras dan tajam untuk menyebut pengertian ini lebih tepatnya adalah "Munafiq".

Pada makna umumnya "Mangro Tingal" merupakan sikap yang amat sangat tidak terpuji. Sebab sikap ini akan membuat seseorang menjadi tidak memiliki prinsip yang tetap dan kuat dalam pendirian serta selalu berubah-ubah. Biasanya orang yang memiliki sifat Mangro Tingal, cenderung mencari enaknya saja dan menguntungkan bagi dirinya (Yang penting saya di hormati), itulah prinsip yang dipegangnya. Disisi lain yang dirasa tidak enak dan tidak menguntungkan bagi dirinya, maka akan disingkirkan dan dibuang.
Ibarat contoh terjadi pada seorang Warga Setia Hati Terate yang memiliki sifat Mangro Tingal, seperti hal-nya yang sedang marak terjadi yakni mempelajari apa yang tidak di ajarkan dalam sh terate, dia tidak melihat tentang kebenaran dalam Sh Terate yang di perjuangkan oleh para pendahulu sehingga menjadikan Sh Terate besar seperti saat ini, dia akan "masa bodoh" dengan nilai-nilai Kebenaran. Apakah sifat seperti ini pantas untuk menyandang Pendekar Setia Hati Terate.? jawabnya adalah "Tidak" karena ajaran Sh Terate adalah Setia/konsisten dengan pilihannya dan menjadi prinsip dalam hidupnya. Dalam kondisi tertentu, seorang Warga yang bermuka/berkepala dua pasti akan mencoba sana-sini. dengan mencari keuntungan untuk dirinya sendiri, Semisal mempelajari "Jurus Kawak" agar terlihat tinggi daripada saudara yang lain, atau mempunyai ilmu trik yang tidak pernah di ajarkan dalam sh terate agar menajadi perhatian dan di tokohkan oleh saudaranya sendiri.


Dampak dari sifat Mangro Tingal bagi seorang Warga Setia Hati Terate, yakni akan menjauhkan seorang Warga Setia Hati Terate tersebut pada nilai-nilai keluhuran budi dan tidak memiliki jiwa ksatria dan jauh dari Kesetiaan.
Sikap Mangro Tingal ini jelas akan membahayakan diri sendiri, orang lain dan kelompoknya. Sebab, seseorang yang bersifat Mangro Tingal, dia tidak akan dapat dipercaya dan tidak dapat menjaga/menyimpan rahasia. Selain itu juga, seorang yang bersifat Mangro Tingal, dia akan dengan mudah Cidra Janji (mengingkari janji), karena dalam jiwanya telah tumbuh bibit-bibit kemunafikan, dan salah satu sifat dari seorang yang munafiq, jika dipercaya dia pasti akan berkhianat.

Sadar akan kelemahan dan bahaya yang tersembunyi dari sikap Mangro Tingal ini, Setia Hati Terate menempatkan Mangro Tingal sebagai salah satu unsur pelanggaran "Pepacuh". Sebab, Setia Hati Terate mengajarkan nilai-nilai Ke-Setia Hati-an dan keluhuran budi, sedangkan sifat Mangro Tingal sangat bertentangan dengan nilai-nilai Kesetiaan dan Keluhuran Budi yang kelak dapat mengancam wadah "Persaudaraan" Setia Hati Terate.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb