Sh Terate Cabang Lamongan Layangkan Surat Intruksi. Polres Lamongan Bergerak Rampas Kaos Komunitas.
Lamongan - Pengurus Cabang Sh Terate Lamongan Pusat Madiun telah menegaskan bahwa PSHT Cabang Lamongan Pusat Madiun tidak memiliki komunitas untuk pergerakan organisasi, sebab PSHT bukanlah organisasi Pergerakan ataupun perpolitikan. Keterangan itu di sampaikan kepada jajaran pengurus Ranting, Komisariat, Rayon bahkan seluruh elemen Stake Holder Meliputi : Kapolres Lamongan, Pengurus Ipsi, Kodim Lamongan dan Pemkab Lamongan melalui Surat Intruksi No : 040/SP/PSHT.051/X/2021. Perihal Intruksi kepada semua Anggota PSHT di Kabupaten Lamongan untuk selalu menjunjung tinggi panji-panji SH Terate dan bukan komunitas.
Surat penegasan itu langsung di terima oleh Polres Lamongan dengan agenda perampasan kaos komunitas tadi sore (15/10/21).
"Yang di rampas kaos genk saja, kalau atribut SH Terate di biarkan melintas". Ujar Mas Sofyan Warga PSHT Lamongan. Keputusan yang bertujuan untuk mencegah pergerakan liar atas nama SH Terate tersebut di lakukan agar tidak menimbulkan citra buruk kepada Sh Terate khususnya di Kab. Lamongan.
Dalam surat intruksi tersebut, di jalaskan bila mana ada saudara-saudara Sh Terate yang ikut komunitas maka itu menjadi tanggung jawab pribadi. Bukan lagi urusan organisasi PSHT. dan bila ada anggota PSHT yang membentuk, atau mengikuti komunitas di pertegas untuk dilarang menggunakan Logo, Lambang, serta nama PSHT.
Keputusan yang di tekken oleh Ketua Cabang Sh Terate Lamongan Kang Mas Harto dan Sekretaris Kang Mas Umar tersebut bukan hanya sepihak, namun keputusan itu hasil dari buah perembukan Pengurus Cabang dan rapat koordinasi antar Ranting Se-Cabang Lamongan melalui pelajaran yang pernah terjadi dan efek imbas perbuatan komunitas atas nama Sh Terate lebih banyak meninggalkan citra buruk di bandingka citra baik, Hal itu akan menjadi bumerang kepada Psht sebab orang awam mengenal PSHT adalah organisasi pendidik manusia berbudi luhur agar tahu benar dan salah. Sedangkan orang awam tidak pernah berfikir bahwa baik buruknya sifat manusia itu tergantung pribadi masing-masing, bukan dari basic organisasi ataupun agama yang di anut.