-->

Kesatria Djatayu dan doa untuk melawan Rahwana sang perusak Pager Ayu.

jurnalterate.com - Tidak banyak yang mengetahui, gambar yang di pakai dalam "Tapak Sirih Lebur Jiwo" Adalah kesatria burung Djatayu, Teman dekat Prabhu Dasarata.
Di kisahkan Ksatria Djatayu melihat Dewi Shinta yang di culik Rahwana terbang menuju alengkadhiraja. Ketika Dewi Sinta menjerit-jerit karena dibawa kabur oleh Rawana, Djatayu yang sedang berada di dahan sebuah pohon mendengarnya. Ia melihat ke atas, dan tampak Rahwana terbang membawa Dewi Shinta, puteri Prabu Janaka. 

Djatayu yang bersahabat dengan Raja Dasarata, merasa bertanggung jawab terhadap Dewi Shinta yang merupakan istri putera sahabatnya, Sri Rama. Dengan jiwa ksatria meluap-luap dan berada di pihak yang benar. Djatayu tidak gentar untuk melawan Rawana,
dan seperti biasa ksatria Djatayu sebelum berperang tak pernah lupa membaca doa.
"Duh sang hyang widi, naliko dalanku bener, matio aku ora gethun" (Ya tuhan sang esa, saat jalanku benar, matipun aku tak menyesal).

Ia menyerang Rahwana dengan segenap tenaganya. Ketika ia sedang berusaha menyelamatkan Dewi Shinta dari Rahwana, sayapnya ditebas dengan pedang. Djatayu bernasib naas. Tubuhnya terjatuh ke tanah dan darahnya bercucuran. namun semangat pembelaan kebenaran Djatayu dan rasa persaudaraannya kepada teman dekatnya membuatnya tidak menyerah. Dengan satu sayap ia terbang untuk memeberitahukan Sri Rama.

Djatayu merupakan sosok ksatria yang Setia Hati Terate. yakni memegang teguh kebenaran dan berani menukarkan kematian itu demi rasa persaudaraannya. Menjadi penegak keadilan saat pepacuh (Perusak Pager Ayu) di permainkan.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb