-->

4 buah Hikmah warga Sh Terate dalam mengingat kematian.

jurnalterate.com - Bagi warga Sh Terate yang cukup memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap kehidupan sesudah kematian dan merasa dirinya tak pernah melakukan dosa dan kesalahan, maka baginya tak ada ketakutan terhadap mati dan malah timbul keinginan untuk menginginkan kematian. Tapi, sebagai insan yang beragama, Baik Islam, maupun Kristen melarang umatnya menginginkan agar di segerakan bertemu dengan kematian, sehingga dapat hidup dan melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya untuk keberlangsungan umat yang sama ingin melakukan kebaikan-kebaikan.

berikut adalah 4 buah hikmah untuk warga Sh Terate delam mengingat Mori (Kain Kafan/Kematian).

1. Selalu Berdzikir.
Orang yang lupa akan kematian akan terasa berat beribadah karena ia dikejar-kejar kenikmatan duniawi. Baginya masalah akhirat dianggap sia-sia. Kalaupun ada niat beribadah, ditunda-tunda menunggu nanti kalau sudah senja. Padahal datangnya maut siapa yang tahu. Bisa jadi sore atau malam nanti akan datang. Bila sudah saatnya kita tidak mempunyai hak untuk mengundurkannya.

Oleh karena itu, warga Sh Terate janganlah menunda-nunda dalam melakukan ibadah. Laksanakanlah kewajiban beribadah dengan segera seolah maut akan menjemput. Dengan bersikap demikian, beribadah akan terasa ringan dan ikhlas.

 Ø£َÙƒْØ«ِرُوا ذِÙƒْرَ Ù‡َاذِÙ…ِ الَّلذَّاتِ اَÙ„ْÙ…َÙˆْتِ 
“Perbanyaklah mengingat hal yang dapat memutus kelezatan-kelezatan, yaitu kematian,” (HR. Ibnu Hibban, al-Nasai dan lainnya).


2. Menimbulkan Kezuhudan.
"Perbanyaklah mengingat kematian, sebab yang demikian itu akan menghapus dosa dan menyebabkan timbulnya kezuhudan di dunia". (HR. Ibnu Abiddunya)

Hawa nafsu yang cenderung cinta kemewahan mendorong warga Sh Terate menjadikan dunia sebagai tujuan. Hatinya seperti dipenuhi dengan keinginan dan panjang angan-angan tentang kemewahan, dzikirnya uang dan hanya kesenangan. Pikirannya dipenuhi segala macam ketamakan. Sikap demikian itu membuat warga Sh Terate tidak mau mensyukuri yang sudah ada dan melupakan akhirat.

Hawa nafsu yang cinta dunia itu hendaklah dikendalikan dengan mengingat mati. Dengan mengingat mati, angan-angan panjang tentang kemewahan dunia dapat dikendalikan. Ingatlah pakaian mahal dan indah yang kita banggakan akan ditinggal dan menjadi barang yang tidak berguna di alam kubur, sebab pakaian kita hanyalah lembaran kain kafan yang kita pakai untuk berlatih silat.

3. Sifat Qana'Ah.
Qana'ah adalah perasaan puas apa yang dimiliki, meras cukup apa adanya. Qana'ah merupakan sifat yang mulia yang menunjukkan harga diri dan standar akhlak tinggi (Berbudi Luhur). Perasaan puas apa adanya memberikan kesadaran dan ketajaman spiritual, mendorong para warga Sh Terate untuk siap menghadapi kehidupan yang akan datang.

Qana'ah memiliki pengaruh besar yang laur biasa terhadap kehidupan individu, menjadikan warga Sh Terate lebih berarti dalam menjalani hidup dengan orientasi kehidupan akhirat yang lebih kekal dan memang lebih bahagia. Jika sudah ada kemauan dalam diri dan hati sifat qana'ah, perasaan yang ditimbulkan di belakangnya adalah selalu ingin mendekatkan diri pada sang Pencipta. Semua perbuatan yang dilakoninya dan ibadahnya hanya karena mencari ridha-Nya, di sinilah seseorang bisa lebih meminimalisasikan siksa alam kubur yang sangat keji.


4. Taubat.
Ajaran Sh Terate dalam mengingat kematian mengandung energi positif atas jiwa pribadi masing-masing, membawa manusia untuk bersegera bertaubat dan mendekatkan diri kepada sang pencipta. Hakikat taubat adalah menyesal terhadap apa yang telah terjadi. Meninggalkan perbuatan tersebut saat ini juga dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di masa yang akan datang.

Tidak ada manusia yang bersih dari salah dan dosa. Selalu saja ada debu-debu lalai yang melekat. Sedemikian lembutnya, terlekatnya debu kerap berlarut-larut tanpa kita sadari. Di luar dugaan debu sudah berubah menjadi kotoran pekat yang menutup hampir seluruh tubuh. Itulah keadaan yang kerap terjadi pada diri manusia.

Karena itu merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat sang pencipta dan membiarkan dirinya terus-menerus melampaui batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka, dan sungguh tuhan akan mengampuni dosa-dosa semuanya karena dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb