Website "Ilmu Setia Hati" Melakukan Pengaburan Sejarah Skema Ketua PSHT Pusat Madiun.
www.jurnalterate.com - Pengaburan sejarah di lakukan oleh website Ilmu Setia Hati kepada skema ketua umum PSHT Pusat Madiun. https://ilmusetiahati.com/seluruh-ketua-umum-sh-terate/amp/
Hal itu di sengaja dengan Kemunculan beberapa tokoh termasuk Joyo Hadi Suwarno, padahal sejarah yang sebenarnya adalah Joyo Hadi Suwarno sering bersilangan pendapat dengan Mas Imam Koeseopangat di masa itu.
Berikut adalah Struktur Ketua PSHT Pusat Madiun dari 1922 sampai menjelang 1 Abad (100 Tahun).
Pendiri PSHT Tahun 1922 Di Desa Pilangbangau Madiun sebagai wadah pendadar pemuda Madiun untuk melawan kolonial Belanda. Di tetapkan sebagai Ketua Umum sekaligus guru besar PSHT Selama 26 Tahun, pada tahun 1922 S/d 1948. atas restu Ki Hadjar Hardjo Oetomo, Kang Mas Soetomo Mangkujojo bersama Kang Mas Darsono dan kadang-kadang PSC yang lain melaksakan kongres pertama sebagai langkah pembaharuan yang sebelumnya bersifat Paguron ke organisasi.
Pada kongres pertama inilah beliau di percaya oleh Kadang PSHT dan menghasilkan Perubahan Nama PSC menjadi PSHT untuk menjadi ketua Umum Selama 8 Tahun, Pada Tahun 1948 S/d 1956.
Kemudian Di kongres Kedua Ketua PSHT Pusat Madiun di pegang Oleh Kang Mas Irsyad selama 2 Tahun, pada tahun 1956 S/d 1958.
4. Kang Mas Santoso
Pada kongres Ke-3 Para Kadang PSHT Pusat Madiun Mengamanahkan PSHT Kepada Kang Mas Santoso Selama 5 Tahun, Pada Tahun 1958 S/d 1962.
Di kongres ke-4, para Kadang PSHT Pusat Madiun mempercayakan kembali PSHT kepada Kang Mas Soetomo Mangkujojo Selama 13 Tahun, Pada Tahun 1962 S/d 1974.
Di kongres ke-5, Mas Imam Koseopangat di percaya untuk mengembangkan sayap PSHT ke luar Madiun sebagai ketua Umum PSHT Pusat Madiun dengan cerita kependekaran melawan Syaikh Wulan Selama 4 Tahun, yakni pada Tahun 1974 S/d 1977.
Di Kongres yang ke-6, PSHT mempercayakan tanggung jawabnya kepada Kang Mas Badini untuk menyempurnakan ajaran mulai dari senam dan jurus selama 5 Tahun, pada Tahun 1977 S/d 1981.
Di Kongres yang ke 7, mempercayakan Kang Mas Tarmadji Boedi Harsono Sebagai Ketua umum PSHT Selama 33 Tahun, Pada Tahun 1981 S/d 2014. Di sinilah masa kejayaan PSHT untuk memantapkannya sebagai organisasi bercorak paguron yang siap mendidik manusia berbudi luhur agar tau benar dan salah.
Selama 2 Tahun sebelum melaksankan kongres yang ke-8, pada tahun 2014 S/d 2016, PSHT memberikan amanah kepada Kang Mas Richard Simorangkir sebagai pelaksana tugas, namun tuhan sayang beliau dengan memanggil Kang Mas Richard Simorangkir, Disini tanggung jawab di percayakan kepada Mas Arif Suryono sebagai pelaksana tugas menggantikan Kang Mas Richard Simorangkir Sampai kongres ke 8.
9. Kang Mas taufik.
Di kongres yang ke 8, di laksanakan Parapatan Luhur di asrama Haji Jakarta, Mas Taufik di percaya sebagai ketua umum Selama 1 Tahun Pada tahun 2016 S/d 2017. Selama satu tahun, banyak Cabang yang pro kontra atas terpilihnya Kang Mas Taufik sebagai ketua umum, di sebabkan banyak sekali kebijakan-kebijakan yang di ambil yang bersilangan dengan Pengurus Pusat Hingga Cabang dengan alasan yang tidak jelas, Maka dari itu dengan keinginan banyak cabang yang selama ini berkiprah di setiap kabupaten di bawah arus Organisasi memilih untuk mempercayakan PSHT kepada Kang Mas Moerjoko di Padepokan Agung Madiun dari tahun 2017 Sampai saat ini.
Dengan di percayanya Kang Mas Moerjoko H.W sejak tahun 2017-Hingga saat ini Sebagai ketua umum PSHT. kini mengalami kemajuan yang pesat dan sangat kuat.
Untuk pembaca kami memberikan refrensi profil PSHT Tahun 2021 di Link Humas Terate Pusat.