-->

Dasar Pranala Trah Setia Hati dan Keterikatan "Keceran" Secara Organisasi.

Sedulur Tunggal Kecer, Adalah julukan yang di sematkan pada perkumpulan yang di inisiasi sendiri oleh Beliau Ki Ageng Suro Dwiriyo, Sebelum berubah nama menjadi Setia Hati. Sedulur Tunggal Kecer berperan sebagai wadah berkumpulnya jasad murid Ki Ageng Suro, sedangkan Djoyo Gendilo Qolbu berperan sebagai wadah ilmu kenuragan beliau.

Murid kesayangan Ki Ageng sendiri tak lain adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate. Banyak yang menganggap dan berprasangka buruk tentang pendirian PSHT oleh trah luar, bahwa Ki Hadjar Hardjo Oetomo tidak mengantongi izin dan ridlo dari sang guru.

Namun hal ini di bantahkan oleh fakta dan sejarah. Dari sekian banyak Trah Setia Hati, Persaudaraan Setia Hati Terate-lah yang paling berkembang pesat. Itu pertanda bahwa PSHT yang didirikan oleh Ki Hajdar Hardjo Oetomo adalah salah satu dari sekian trah Setia Hati yang paling di restui untuk mensyiarkan ajaran Setia Hati dengan konsep dan ajaran yang di sempurnakan.

Dalam islam, Tawadhu'nya seorang murid kepada guru akan membawa murid kedalam masa kejayaan. Begitu pun sebaliknya, bila ada seorang murid yang membangkang kepada sang guru akan membawanya pada kesengsaraan sampai akhir zaman. Itulah perumpaan yang yang di alami oleh kadang Setia Hati Terate dalam mengepakkan sayap perkembangan dengan tuduhan dari luar bahwa PSHT tidak memiliki restu dari sang guru.

Bukan hanya dalam pandangan islam, pandangan Budha dalam cerita Sidharta Gautama pun mencontohkan pentingnya tawadhu' kepada sang guru, di kisahkan Sidharta Gautama memiliki 2 orang murid, yang satu tawadhu'. Yang satunya lagi penuh dengan ke-egoisan tidak mendengarkan saran orang lain dan gurunya. Al Hasil yang berhasil menyebarkan Agama hindu di tanah Hindia adalah murid yang tawadhu'.

Hal ini bersilangan dengan pendapat Dr. Ir. Muhammad Taufiq, Mantan ketua PSHT Pusat Madiun Masa Periode 2016-2017 yang sekarang menjadi Mantan Anggota PSHT (Eks-PSHT). Beliau mengungkapkan bahwa "Siapapun saudara yang di kecer akan tetap menjadi saudaranya dalam PSHT". Padahal, secara pengertian dan keilmuan PSHT yang didirikan di Pilangbangau Madiun membatasinya dengan Pepacuh (Pantangan Bagi Pendekar PSHT), maka secara pemahaman, siapa yang melanggar pepacuh maka akan lepas dari keterikatan dengan PSHT secara bathiniah, serta di kuatkan dengan surat keputusan pengeluaran organisasi PSHT. fakta yang sangat mudah untuk di patahkan mengingat tindakan yang di lakukan anggota KORLAP pendukung M. Taufiq sudah melanggar pepacuh Ke 1 dengan pengeroyokan saudara yang ada di Padepokan Agung Madiun.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb