Transedental Wejang Punokawan Rayon Tlatah Seren-Pandak Dalam Tasyakuran Kepala Dusun.
Kontributor : Mukhammad Syafi'i S.pd,
Jurnalterate.com - Kata "Aku" atau "Saya" merupakan kata yang paling mudah dan lezat untuk diucapkan, walaupun sering kali kata tersebut merupakan kata yang "berat" terdengar di telinga mitra bicara kita.
Tentu saja menjadi kemustahilan kata "Aku" atau "Saya" dihapus dari kamus bahasa manusia apalagi sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Tetapi manusia dapat dituntut, kapan dan bagaimana mereka menggunakannya.
Tuhan merupakan dzat yang Mahamutlak serta tak ada yang menyamai kebesaran dan keagungannya, namun jarang sekali tuhan Yang Mahakuasa menggunakan kata-kata "Aku" atau "Saya". Namun, jika dikhawatirkan timbul kesalahpahaman tentang dzat atau wewenangnya barulah kata-kata tersebut digunakan. Pada umumnya, Tuhan menunjuk kepada dirinya dengan bentuk jamak, yang antara lain mengandung makna keterlibatan makhluk bersamanya dalam aktivitas yang ditunjuk.
Melalui dasar ajaran inilah, SH Terate Rayon Seren dan Rayon Pandak Ranting Sambeng, Cabang Lamongan, Pusat Madiun sepakat dalam memelihara rasa persaudaraannya lebih memilih jalan gotong royong, saling hamat-menghamati agar menciptakan suasana yang Memayu Hayuning Bawana (Rahmatan Lil A'lamin). Hajat tersebut di ungkapkan Kangmas Yoyok Ketua Rayon SH Terate Seren Ranting Sambeng Cabang Lamongan Pusat Madiun pada acara Tasyakuran Kepala Dusun Seren yang kebetulan Warga SH Terate Letting Emas Pada (22/08/2022) Malam tadi di kediaman Saudara Shokib.
"Warga SH Terate harus bisa menjadi contoh yg baik dimasyarakat, tidak adigang-adigung-adiguno dengan menunjukan sifat ke-Aku-an meskipun memiliki ilmu pencak silat. Bisa Membaur, bergotong-royong bersama demi memajukan dan menciptakan desa yang damai".
Keterangan acara tasyakuran dari Kangmas Nur Khozin, di hadiri 70-an Lebih warga SH Terate dari Ranting Modo, Kedungpring dan Pengurus Ranting Sambeng, tasyakuran berjalan sayub penuh nuansa persaudaraan tanpa memandang statuta jabatan dunia. Dari sini, Kangmas Nur Khozin berwejang melalui alasan semakin banyak warga SH Terate, membiasakan membunuh keegoisan diri dan tata krama sangat di perlukan agar rasa persaudaraan tidak liar, yang nantinya dapat merugikan diri sendiri apalagi menyangkut orang lain. Meskipun dalam SH Terate tidak membeda-bedakan, namun mendengarkan saran dari Pengurus Rayon, Pelatih dan saudara sendiri yang sudah tertata lakunya harus tetap menjadi perhatian khusus bagi pribadi masing-masing.
"Dengan bertambahnya dulur baru di liting emas 2022 ini, bukan semakin ruwet, semrawut dalam penataan organiassi. Akan tetapi harus semakin bisa menjadi semangat dan kekuatan baru bagi perguruan yang di kelola secara organisasi ini, ikuti aturan Ketua Rayon, Ketua Ranting yang berperan ganda salin menjadi ketua organisasi juga menjadi dalam tanda kutip guru besar di wilayahnya, saling hamat-menghamati dalam lingkup Ranting Sambeng terkhusus di Rayon Seren Dan Rayon Pandak." Jelas Kangmas Nur Khozin.