Kenduri, Peneguhan Cita-Cita Dan Supremasi Kerukunan.

Kontributor : Kusrini Oktaviani
Jurnalterate.com - Kenduri adalah sebuah tradisi yang sudah berjalan sekian puluh tahun, mungkin malah sudah ratusan tahun atau bisa jadi ribuan tahun. Tradisi ini masih banyak berlangsung terutama pada masyarakat yang masih memegang teguh adat dan istiadat nenek moyang. Hakekatnya sama, hanya istilahnya saja yang mungkin berbeda di setiap daerah. Pada intinya kenduri merupakan mekanisme sosial untuk merawat dan menjaga kebersamaan sehingga cita-cita yang sejak semua dibuat diteguhkan kembali dari dasar inilah Kenduri Nasional sebagai salah satu puncak acara perayaan satu abad SH Terate.

Kenduri juga menjadi alat kontrol sosial untuk menjaga gerak dan arah dari cita-cita yang telah diperjuangkan bersama. Dalam kerangka mekanisme sosial itulah, kenduri menampung dan mepresentasikan banyak kepentingan. Dari sekian banyak kepentingan itu, semua dilebur menjadi satu tujuan. Kenduri mampu mempersatukan, bahkan semakin mempererat kesatuan bersama. 

Bukan hanya kesatuan kepentingan serta kesatuan cita-cita, namun juga kesatuan masing-masing individu yang terlibat didalamnya. Dalam kenduri akan terlihat jelas bagaimana kebersamaan dan keutuhan tercipta. Suasana penuh kerukunan, sendau gurau antar sesama, bagi-bagi berkat dari nasi tumpeng yang baru didoakan, atau ketika bersalam-salaman dengan tulus.

Kenduri adalah sebuah tradisi berkumpul yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang, pada umumnya laki-laki, dengan tujuan meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan dari sang penyelenggara yang mengundang orang-orang sekitar untuk datang genduren. Bisa berwujud selamatan syukuran, bisa juga bisa berwujud selamatan peringatan, atau anek intensi lainnya. 

Dalam kenduri itu dipanjatkan aneka doa. Biasanya ada satu orang yang dituakan berfungsi  sebagai pemimpin do’a sekaligus yang mengikrarkan hajat dari sang berhajat (berkeinginan). Seorang pemimpin itu biasa juga disebut sebagai Ro'is, Modin, atau Kaum. Pemimpin ini bisa diundang sendiri karena orang itu memang sudah biasa menjalankan peran dan fungsi sebagai pemimpin doa dalam kenduri. Tetapi jika tidak ada, kenduri bisa juga dipimpin oleh orang yang dianggap tua dan mampu untuk memimpin kenduri tersebut.