Budaya Konvoi "Karena Nila Setitik, Rusaklah Susu Sebelangga".

Kontributor : Kusrini Oktaviani
Jurnalterate.com - Siapa yang paling dirugikan dari adanya konvoi-konvoi brutal yang dilakukan pada bulan Suro/Muharam?, khususnya pada saat ada pengesahan SH Terate di mana dan kapan tempat pelaksanaanya semua orang bisa mengakses berita pada era yang serba digital ini?, tentunya adalah organisasi kita - organisasi yang kita cintai SH Terate.

Nama baik, kredibilitas, kehormatan SH Terate jadi rusak. Komponen Masyarakat, Aparat saat ini telah hilang kepercayaan, bahkan sebagian berubah menjadi pembenci. Keluarga besar kita di rumah juga menanggung malu serta beban moral yang teramat berat. Lengkap dengan animo penilaian "Dia semakin hina saat setelah menjadi warga SH Terate".

Memang kalau dibandingkan dengan jumlah warga secara keseluruhan, jumlah pengikut aliran warga konvoi brutal yang mencari perhatian bukan mencari jatidiri termasuk kecil, saking kecilnya tidak ada presentase dalam perhitungannya. Tapi itulah sebenarnya yang dimaksud dalam peribahasa "karena nila setitik, rusaklah susu sebelangga".

Peserta konvoi itu hanya ada 2, yaitu warga yang tidak mau tahu/tidak peduli dengan organisasinya dan penyusup yang sengaja memprovokasi agar terjadi keonaran massal, dimana pelakunya adalah manusia-manusia yang sedikit-sedikit membawa identitas SH Terate.

Kalau kita tidak bisa tegas menyikapi para saudara kita yang menjadi pelaku konvoi, maka sama saja kita membiarkan proses pembusukan dari dalam. Yang kelak, pelan tapi pasti akan menghancurkan SH Terate yang kita bangun bersama-sama ini.

Dengan berita terbaru yang serta merta dimuat koran,media online di semua platform digital apakah masih ada keraguan untuk bisa membawa diri kita bersikap tegas?, Masih saja memberi toleransi?,
Jawabnya ada pada pemilik SH Terate itu sendiri. Terlebih jika terkecuali Setia Hati Terate itu telah lenyap termakan hati yang sudah mulai membatu.