Mencuci Mori Bersama Kembang Setaman Dengan Niat Bertafa'ul Merupakan Perbuatan Sunnah, Berikut Penjelasanya.

Jurnalterate.com - Sering kita mendapati bahwa SH Terate yang di kenal sebagaian masyarakat umum dengan berbaju hitam di maknai ilmu hitam, bersabuk kain kafan menyembah iblis karena sering kita jumpai bahwa dalam serial film horor, pocong merupakan jin yang buruk dan menakutkan. Bukan hanya sampai di situ, kita juga terkadang kurang memahami bab beribadah yang kita lakukan setiap harinya.

Akar kata tafa'ul adalah fa'l. Menurut Kamus Mahmud Yunus. Makna fa'l adalah tanda akan baik. Sedangkan tafa'ul adalah merenungi tanda akan datangnya kebaikan (optimis). Dalam kamus Idris Marbawy Fa'l berarti sempena. Sedangkan tafa'ul diartikan mengambil sempena atau lawan tasya'um (menganggap sial). Sempena (bahasa melayu) artinya tanda baik. Penggunaan istilah sempena untuk tafa'ul sering terdengar dalam pembicaraan masyarakat Aceh sehari-hari. 

Dalam Kamus Mukhtar Al-Shihah, fa'l : Seseorang yang sakit mendengar orang lain berkata : "Hai salim (yang selamat) atau seseorang yang membutuhkan sesuatu, mendengar orang lain berkata : "Hai wajid (mendapatkan sesuatu). Lalu orang sakit atau yang membutuhkan sesuatu itu terbersit dalam hatinya mengharapkan kesembuhan atau mendapatkan harapannya, sebagaimana penjelasan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim Mudhor.

Berdasarkan penulusuran dalam berbagai kitab fiqh, ditemukan beberapa contoh tafa'ul dalam Islam, antara lain :

Memalingkan rida' (prasangka buruk) dalam khutbah shalat Istisqa' (minta hujan) sebagai tafa'ul merubah keadaan. Berikut keterangan para jumhur ulama mengenai hal tersebut, antara lain :

A. Ibrahim Bajury :

"Perkataan pengarang : "memalingkan dst" (khatib memalingkan rida'nya pada khutbah shalat istisqa') artinya adalah hukumnya sunah untuk tafa-ul (berharap baik) berubah keadaaan dari kesusahan kepada kemudahan, karena Rasulullah SAW mencintai tafa'ul (prasangka) yang baik.

B. Al-Bakri al-Damyathi.

"Khatib memalingkan rida'nya pada saat ini (pada saat khutbah shalat minta hujan)Untuk tafa'ul (berprasangka) merubah keadaan, demikian yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW.

C. An-Nawawi :

"Hikmah memalingkan rida’ pada khutbah shalat minta hujan adalah tafa'ul merubah keadaan dari yang sebelumnya tandus dan sumpek kepada keadaan subur dan kelapangan"

Melalui beberapa landasan ulama', mencuci kain Mori dengan kembang setaman di malam 1 Suro untuk bertafa'ul  agar setahun penuh menjadi pribadi yang putih, bersih dan wangi merupakan salah satu bentuk hukum islam yang di sunnahkan dan tidak bertentangan dengan agama, adat budaya dan sosialisme. Lazimnya, para kadhang SH Terate yang mencuci kain mori tersebut bersamaan dengan doa-doa yang telah di turunkan dari pengurus pusat sampai pengurus rayon.