Tradisi Sambung Bebas Versi Madiun Dengan Tehnik Pukulan Dan Tendangan Tingkat Tinggi Di Gelar Kembali Di Cabang Tuban.

Kontributor : Didik Winarto
Tuban - Sambung bebas versi Madiun telah di lakukan sejak jauh sebelum Suargi Kangmas Imam Koeseopangat menjadi ketua Umum Sh Terate ke 4. Sambung bebas tersebut menggunakan tehnik pukulan dan tendangan tingkat tinggi yang mematikan jika di hadapkan dengan musuh.

Tehnik tingkat tinggi tersebut pernah di praktikan oleh Suargi Kangmas Imam Koesoepangat saat mengalahkan Syaikh Wulan dengan hitungan menit. Nama Syaikh Wulan di Madiun sendiri sangat tersohor dalam lingkup permainan pencak silat. Cerita yang bersumber dari masyarakat Madiun, sebelum bertanding dengan Suargi Kangmas Imam (Pandhito Wesi Kuning), Syaikh Wulan sempat memberikan statemen "Jika Syaikh Wulan dapat mengalahkan Suargi Kangmas Imam, maka Sh Terate cukup di lingkup Madiun saja. Sebaliknya jika Suargi Kangmas Imam dapat melumpuhkan Syaikh Wulan, SH Terate boleh berkembang di luar madiun".

Baca juga :
Saat ini, tradisi sambung bebas versi Madiun dengan tehnik pukulan dan tendangan tingkat tinggi telah di awali dari Cabang Tuban Pusat Madiun-Indonesia, bertempat di Ranting Parengan Cabang Tuban turut mengundang saudara-saudara dari Cabang Bojonego dan Cabang Lamongan (13/5/22) Sambung Bebas dengan Tehnik Pukulan dan Tendangan Tinggi sebagai jawaban serta penagasan bahwa SH Terate pendidik karakter berbudi luhur melalui media Pencak Silat. Selain itu juga terselenggaranya Tarung Bebas Versi Madiun dengan tehnik pukulan dan tendangan tingkat tinggi ini sebagai media untuk mempertahankan karakter kesatria Sh Terate tahu benar dan salah, unggah ungguh dan tata krama tanpa meninggalkan sikap dan kepribadian seorang pendekar.