Tidak Tahu Malu, Korlap Patungan Mental Untuk Cekik PAMTER Depok Gara-Gara Bukan Peserta Musyawarah Antar Perguruan.

Jurnalterate.com, Depok - Korlap atau lebih di kenal dengan sebutan Kordinator Lapangan merupakan perangkat tambahan dalam misi pemberontakan di dalam organisasi Sh Terate. Pencatatan Track record KORLAP di jejak digital belum ada sumbangsihnya sama sekali untuk menyatukan persaudaraan, bersilangan dengan kampanyenya yang menggembor-nggemborkan Persaudaraan, justru mereka inilah kelompok yang menghancurkan nilai-nilai persuadaraan.

Perusakan padepokan agung, hingga mengeroyok saudara Sh Terate yang ada di dalamnya merupakan suatu tindakan yang penuh kecaman anggota Sh Terate di seluruh pelosok tanah air.

Sifat tidak berbudi pakerti luhur itupun kembali di lakukan berbentuk mencekik leher seorang PAMTER Cabang Depok hingga membekas pada saat Musyawarah IPSI Pengcab Depok (09/01/2022). 

Kejadian itu berawal saat Ketua Cabang Sh Terate Depok berfoto dengan ketua IPSI Dan Ketua KONI, salah satu utusan dari Korlap memaksa dengan merangsek untuk ikut berfoto dengan mereka. Di rasa bukan bagian, ketua cabang depok dengan rendah hati agar kiranya mau bergantian. Namun karakter yang di didik dengan bersifat buruk tetaplah menghasilkan keburukan, utusan korlap tersebut mengupat dan mencaci maki Ketua Cabang Depok dengan penuh kebencian dan amarah di depan pengurus IPSI, KONI dan tamu undangan yang lain.

"Sudah di ajak gantian, tapi malah di umpat di depan pengurus IPSI dan tamu undangan" Jelas Mas Anjar Warga Sh Terate Rantau Depok yang berasal dari Banguwangi tersebut.

Di rasa mengancam keamanan ketua cabang, PAMTER Depok segera melakukan tindakan berupa mengamankan utusan tersebut dengan baik-baik. Dengan masa KORLAP yang begitu banyak, para gerombolan itu dengan nyali patungan mencekik PAMTER yang mengamankan.

"Di cekik hingga membekas. Kami tidak melawan sesuai pesanan sebelum berangkat ke tempat kejadian, sebab di awal kami sudah di pesan oleh sesepuh cabang depok nantinya akan terjadi sesuatu, mungkin yang di maksud adalah kejadian ini" Imbuh Mas Anjar.

Dari kejadian tersebut, dapat kita ambil sebuah hikmah bahwasanya sifat berbudi luhur harus tetap di tunaikan dimanapun kita berada.