Sempat di nyatakan hilang pada saat pendadaran 3 hari 3 malam di tengah hutan, kini siswa itu telah berpangkat Kombes Pol.

Jurnalterate - Bukan lagi rahasia umum bahwa Sh terate di kenal oleh masyarakat identik dengan pelatihan fisik yang bermuara pada jatidiri insan manusia untuk lebih mengenal tuhan yang maha esa. Mengenal hak-hak kepada manusia dan lebih lagi mengenal hak-hak kewajiban dan larangan manusia kepada tuhannya. Kental dengan jalan ilmu padi "semakin tua semakin berisi" pemaknaan pun beragam, mulai dari memaknakan agar tidak sombong, tidak adigang, adigung, adiguno. Hingga kata "semakin berisi" lebih bermakna santun dan berguna bagi sesama manusia (memayu hayuning bawana).

Melalui Kang Mas Soe Triswanto, Humas Sh Terate Pusat yang berasal dari rembang menceritakan kisah Kang Mas Adhy Fandy Aryanto mengalami kejadian hampir menemui malaikat Izrail di malam pendadaran.

Hal itu di alami oleh Kang Mas Adhy Fandi Aryanto sebelum disyahkan menjadi warga Sh terate tahun 1987, pendadaran selama 3 hari-3 malam yang di laksanakan dalam hutan. Beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran Polda Kalimantan Tengah. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Kapolres Rembang pada tahun 2011.

"Tahun 1987 beliau pendadaran di hutan, berkemah di tengah hutan yang lokasinya dekat kuburan, sempat sudah di nyatakan hilang, ternyata pada pukul 06.00 WIB (pagi). Beliau kembali, dan sekarang beliau menjadi Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran Polda Kalimantan Tengah dan juga pernah menjabat sebagai Kapolres Rembang" Tutur Mas Soe Triswanto Salah Satu Tim Humas Sh Terate Pusat.

Sh terate memang mempunyai bermilyard-milyard cerita inspiratif dalam menemukan muara dalam membentuk jatidiri, dan semua hal itu tak lepas dari doa bersilanya para pengurus pusat Sh Terate yang telah mendahului kita semua. Tak mudah memang membentuk budi pakerti luhur dalam waktu semalam dan semudah membalikan telapak tangan, namun sh terate dari awal berdiri telah bertekad mendidik manusia berbudi luhur agar tahu benar dan salah sebagai tujuan di dirikannya organisasi bercorak paguron yang saat ini telah melebarkan sayapnya ke kanca dunia international.