Sepesial Hari Guru : Hakikat seorang pelatih Sh Terate untuk menghantarkan para siswanya ke tingkat paripurna.

jurnalterate.com - Pendidikan bukan hanya di bangku sekolah saja, tapi pendidikan adalah sebuah fase di mana apa yang belum kita ketahui menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi kita dan dapat merubah sifat hidup kita ke jalan yang baik dan benar. Sama halnya di dalam Sh Terate, Pendidikan karakter telah di ajarkan sejak di tingkat awal masuk latihan sesuai kurikulum yang di terbitkan oleh pengurus Pusat Madiun sebagai acuan dalam mendidik karakter.

Dalam dunia pendidikan Sh Terate, Pelatih merupakan faktor penting dan utama, karena pelatih adalah orang yang bertanggungjawab terhadap perkembangan jasmani dan rohani siswa, terutama di tempat latihan untuk mencapai kedewasaan siswa, sehingga ia menjadi manusia yang paripurna dan mengetahui tugas-tugasnya sebagai manusia yang menyandang gelar warga Setia Hati Terate. Dalam arti khusus dapat dikatakan bahwa pada setiap diri seorang pelatih terletak tanggung jawab untuk membawa siswanya kearah kedewasaan atau taraf kematangan tertentu. Dalam rangka itu guru tidak semata-mata sebagai “pendidik” yang transfer of knowledge, tapi juga seorang “pendidik” yang transfer of values dan sekaligus sebagai “pembimbing” yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar Panca dasar sesuai kurikulum yang di terbitkan Pengurus Pusat. Berkaitan dengan ini maka sebenarnya pelatih memiliki peranan yang unik dan sangat kompleks di dalam proses melatih dan berlatih, dalam usahanya mengantarkan siswa ketaraf yang dicita-citakan oleh Sh Terate menjadi manusia berbudi luhur. Oleh karena itu setiap rencana kegiatan pelatih harus dapat didudukkan dan dibenarkan semata-mata demi kepentingan siswa, sesuai dengan amanah dan tanggung jawabnya.

Pelatih harus terus mengevaluasi, menilai, mengingat kemampuan pencapaian dan kemajuan siswanya. Pelatih hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum, dan apakah materi panca dasar yang diajarkan sudah cukup tepat. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian.
Dengan penialaian pelatih dapat mengklasifikasikan apakah seorang siswa termasuk kelompok siswa mengalami peningkatan rasa dewasa, sedang, kurang atau cukup baik dalam perkembangannya jika dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Oleh karena itu, pelatih seharusnya terus menerus mengikuti hasil yang telah dicapai siswa dari waktu ke waktu melalui Informasi yang diperoleh.

Itu merupakan feedback terhadap proses mendidik manusia berbudi luhur. Umpan balik ini akan dijadikan titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pendidikan karakter selanjutnya guna melahirkan manusia Setia Hati yang dewasa, bijak, dan mengerti akan keadaan sosial sehingga dapat menerapkan sifat "Memayu Hayuning Bawana".