Bahasa "Arus Bawah" muncul pasca KORLAP menyerang habis Padepokan Agung Madiun 20 Maret 2019 yang lalu.

jurnalterate.com - Beberapa tahun terakhir, jarak persaudaraan telah di renggangkan oleh kelompok-kelompok militan yang sejak keperiodean Alm. Kang Mas Tarmadji masih sugeng sudah menjadi benalu dengan berbagai cara untuk menjatuhkan, mulai dari isue Aset, Keuangan, bahkan memfitnah Kang Mas Tarmadji sebagai perampok. Cara itu di lakukan untuk memetakan agar sistem Persaudaraan dalam Sh Terate terkikis dengan metode organisasi yang sangat kental, bahasa-bahasa baru pun di luncurkan untuk menarik perhatian warga yang taunya hanya melatih dan mengabdi, seperti bahasa "Arus Bawah",

Bahasa "Arus Bawah" Sendiri muncul pasca KORLAP menyerang habis Padepokan beserta saudara-saudara pembantu operasional Padepokan Agung Madiun 20 Maret 2019 yang lalu. Creator media sosial tanpa sepengetahuan pengurus baik pusat, cabang, maupun ranting  berbondong-bondong mencetuskan bahasa yang baru itu.
Padahal, dalam penyebutan Sh Terate sendiri sejak berdiri hingga sampai saat ini, tidak pernah ada istilah "Arus Bawah" dan "Arus Atas" karena dapat memicu kesenjangan dan jarak antar saudara, sistem Sh Terate yang sampai saat ini terjalin  sama dengan saat kita masih menjadi siswa, yakni "Mas" dan "Adik" yang berkewajiban untuk saling asah, asih, dan asuh seperti keteladanan Alm. Kang Mas Tarmadji yang tidak boleh membedakan-bedakan.



Menyikapi hal itu, untuk menyelamatkan Sh Terate yang telah di bangun dengan keringat pengorbanan yang ikhlas, mari bersama-sama menjauhi bahasa-bahasa yang dapat menjadi jarak eratnya persaudaraan yang terjalin sejak lama. Sh Terate hanya satu,