Kang Mas Irsyad, Peyempurna Jurus Dan Pencipta Kode PSHT Dari Madiun.

jurnalterate.com - Kang Mas Irsyad Hadi Widagdo merupakan ketua umum yang terpilih pada Kongres Ke dua tahun 1956. Beliau merupakan peletak dasar senam dan jurus, Perubah Jurus Dan penambah senam dasar tersebut Lahir di Madiun dan beristirahat pada Tanggal 7 Juni 1974 Juni di pemakaman Sirnaraga Bandung.

Beliau adalah salah satu pendekar yang secara tehnik beladiri sangat menguasai, sehingga mampu dan bisa menciptakan senam dasar 90 dan merubah jurus lama (Yang masih di pakai Trah SH yang lain) untuk membedakan PSHT sebagai aliran organisasi Paguron yang menyempurnakan.

Merubah materi jurus dan menambah senam dasar merupakan hal yang tidak mudah, sebab ruh beladiri terletak pada permainan jurus yang di gunakan. Dari perubahan jurus lama ke jurus baru itulah yang saat ini dapat kita rasakan, mampu membuat PSHT di perhitungkan dalam tehnik beladiri dan juga bisa di bilang lebih unggul dari Perguruan yang lain. baik secara fisik maupun olah tehnik. Jurus lama yang di rubah oleh beliau adalah :  
1. Betawen I.
2. Betawen II.
3. Cimande I.
4. Cimande II.
5. Cikalong (slewah)
6. Ciampea I (besutan)
7. Ciampea II (krawelan)
8. Tanah Baru I (slewah)
9. Tanah Baru II.
10. Permainan Tionghoa
monyetan.
11. Cimande III (keletan)
12. Cimande IV, seperti ll. tambah beberapa tegak
13. Cimande V.
14. Cibeduyut dengan toya.
15. Padang Panjang I.
16. Padang Pandjang II.
17. Cipetir.
18. Padang Siranti.
19. Sumedangan I.
20. Sumedangan II.
21. Linthau.
22. Cimande VI.
23. Alang Lawas I.
24. Alang Lawas II.
25. Minangkabau I Kucingan.
26. Solok Minangkabau II
27. Cibeduyut.
28. Cimande VII.
29. Terlakan Monyetan-tukang
(tidak diajarkan)
30. Padang Alai I.
31. Padang Alai II.
32. Fort de Kock.
33. Padang Alai III.
34. Padang Alai IV.
35. Kuda Batak.

Pada era kepemimpinan Bapak Irsyad Hadi Widagdo ini juga lahir keputusan penting lainnya. Yakni penciptaan Kode Pendekar Setia Hati Terate. Untuk itu, dalam menjaga ajaran PSHT. Alm. Kang Mas Tarmadji Boedi Harsono pernah ngendikan untuk tidak mempelajari jurus lama di karenakan PSHT telah melewati banyak siklus perkembangan sejarah yang tidak lepas dari laku tirakat oleh para tokoh-tokoh yang berperan penting dalam perkembangan PSHT sehingga dapat menjadi organisasi beladiri paling besar di Dunia.