Kaos Komunitas Di Rampas PAMTER Tuban. "Itu kabar "HOAX", Warga Psht Harus Selektif Menerima Kabar"

Viralnya video berdurasi 15 detik yang menunjukan perampasan kaos Komunitas oleh PAMTER adalah Kabar hoax. Video itu di kirim terpisah dengan penjelasan VN (Voice Note) bahwa perampasan tersebut di lakukan oleh PAMTER Cab. Tuban.

Dalam kurun waktu 1x24 Jam. Tim Jurnal Terate menghubungi Pamter Cab. Tuban Kang Mas Ricky untuk meminta klarifikasi kabar video tersebut.
"Itu kabar yang menyesatkan mas, Cabang Tuban tidak pernah melakukan sweeping apalagi merampas kaos komunitas". Jelasnya.

Dengan adanya video yang tersebar di situ jelas sekali ingin membuat rancau kepengurusan arus bawah agar tidak mempercayai PAMTER.

"Tujuan mereka jelas ingin membuat rancau arush bawah mas, tidak ada yang lebih tau seluk beluk organisasi PSHT selain orang PSHT sendiri, entah itu mantan anggota atau anggota yang menginginkan kepengurusan Pusat Madiun tidak stabil". Imbuhnya.

Tindakan yang tidak terpuji dari oknum penyebar video tersebut. Pasalnya, video tersebut jelas-jelas ingin membuat pro-paganda dalam PSHT dengan sasaran anggota/warga yang tidak tahu.

"Kami harapkan setelah kejadian ini, dulur-dulur lebihselektif dan terus mengikuti kabar PSHT agar tidak mudah di sesatkam oleh hoax-hoax yang akan menyebabkan PSHT di arus bawah rancau" Pungkasnya.
Secara aturan organisasi PSHT. Dalam Ad-art PSHT menyebut dan juga mempertegas bahwa PSHT tidak mempunyai Komunitas. Hal itu di tuangkan pada BAB XVI pembahasan tentang KOMUNITAS. Bahwa :
1. SH TERATE Tidak Memiliki Komunitas apapun.
2. Anggota SH TERATE yang membentuk dan / menjadi anggota atau mengikuti komunitas di larang menggunakan Logo, Lambang, Bendera, Baju Sakral, atribut dan simbol-simbol yang menjadi identitas SH TERATE dalam kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum, merugikan orang lain dan kegiatan lain yang dapat merusak nama baik organisasi.
3. Semua kegiatan anggota komunitas menjadi tanggung jawab pribadi.