Simbol Ayam jago yang berdiri di atap gereja : Markus 13:35,

Berbicara tentang ayam jago dalam sh terate merupakan hal yang tidak bisa di lepaskan dari keyakinan para calon warga. 

Ketika Anda memperhatikan sebuah atap gereja, ada sebuah patung ayam jago yang berdiri tepat pada bagian ujung atapnya. Ayam jago dalam PSHT di ibaratkan sebuah pengorbanan atas bentuk syukur yang di berikan oleh tuhan yang maha esa.

Ayam jago sendiri memiliki persamaan sifat kependekaran warga PSHT "Ngluruk Tanpo Bolo" bahwa pendekar Sh terate harus bisa dan mampu menghadapi permasalahannya sendiri secara kependekaran.

Ayam jago juga di percayai oleh umat kristen sebagai simbol untuk menyambut Yesus Kristus yang akan bangkit. Hal tersebut bisa terjadi karena hewan ini melambangkan seluruh umat harus bersabar sampai sang fajar telah terbit untuk mengalahkan maut. Sang fajar di sini adalah kata kiasan untuk penyambutan Yesus Kristus. 

Hal ini juga disebutkan dalam Markus 13:35, bunyinya lebih kurang adalah seluruh umat harus terus berjaga-jaga karena kita tidak pernah tahu tuan rumah itu pulang ketika menjelang malam atau tengah malam atau larut malam. Maksuda dari larut malam di surat tersebut menunjukan bahwa “jam saat ayam berkokok” dalam terjemahan elektrophonias.