Dasar Hukum Al-Kitab Belajar Ilmu Beladiri Bagi Umat Kristiani (Yakobus 3:17).

www.jurnalterate.com - Beladiri merupakan salah satu aspek yang sangat membantu dalam memperkaya nalar fikir manusia untuk mencapai tujuan yang damai, tanpa rasa takut kepada masalah yang di timbulkan dari sesama manusia. Namun banyak Pastur yang berpendapat dalam hukum Al-Kitab tidak diperbolehkannya mengikuti beladiri dan dianjurkannya mengikuti beladiri bagi umat kristiani. 

Dalam Alkitab memang tidak memberi pernyataan umum mengenai topik pertahanan/pembelaan-diri. Jutru ada berbagai ayat yang mengajarkan orang Kristen untuk mencintai damai selayaknya pasifisme (Amsal 25:21-22; Matius 5:39; Roma 12:17). Polemik di larangnya mempelajari ilmu bela diri dalam kalangan umat kristiani muncul pada tahun 2012 sampai saat ini masih menjadi dilema.

Mengenai dasar hukum bolehnya umat kristiani untuk belajar beladiri dan menjawab pertanyaan dari saudara-saudara yang beragama kristen, Jurnal Terate bekerjasama dengan website agama kristen terkemuka di indonesia yakni Bible Got Questions untuk membedah di perbolehkannya mengikuti Beladiri, dasar ini ada dalam Firman Matius 5:39 tuhan mengatakan : “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” Perintah Yesus untuk memberi pipi kiri (Matius 5:39) berkaitan dengan respon kita terhadap perlakuan yang kasar dan tidak menyenangkan. Ada situasi yang melibatkan pembelaan-diri, tapi bukan balasan. Konteks perintah Yesus adalah melawan konsep "mata ganti mata dan gigi ganti gigi" (ayat 38). Pembelaan diri kita bukanlah sebuah reaksi balas dendam terhadap kesalahan orang lain. Melainkan membela diri atas hak-hak uang di berikan oleh Tuhan Yesus juru selamat.

Mengutip dari jawaban Bible Got Questions tentang pemahaman Umat Kristiani mengikuti ilmu beladiri. Kami mendapatkan jawaban yang valid.

"Alkitab tidak melarang pembelaan-diri, dan orang percaya diperbolehkan melindungi diri dan keluarganya. Namun fakta bahwa kita boleh membela diri bukan berarti kita harus membela diri dalam setiap situasi. Mengenal hati Allah melalui pembacaan Firman-Nya dan mengandalkan "hikmat yang dari atas" (Yakobus 3:17) membantu kita memberi respon terbaik pada situasi yang mungkin melibatkan pembelaan-diri".