4 Tokoh Yang Gugur Dari Seleksi Alam Dan Memilih Mendirikan Perkumpulan Baru.

www. Jurnalterate.com - Ini bukan perang paregreg, perang antar saudara yang menghancurkan kerajaan Majapahit. Ini hanya ujian, ujian PSHT yang semakin tinggi akan semakin melangit, tentu tidak mudah mencapai langit dengan angin yang dahsyat di atas sana.

Setiap perang pastilah ada sebab dan musababnya. Penulis mencoba larut dalam hening, mencoba masuk kembali ke dalam jiwa SH Terate, dan yah.... penulis menemukan itu. Penulis tidak akan berbicara perseteruan antara Kang Mas Murjoko dan Kang Mas taufik secara lebar. karena jika penulis mengibaratkan perang saudara seperti Perang Paregreg, tentu ini tidak akan adil dengan kekuatan yang tidak seimbang dengan pendukungnya pak taufik banyak yang keluar dan kekuatan Kang Mas Meorjoko tetap solid seperti gaya kepengurusan Kang Mas Tarmadji, sementara Perang Paregreg dalam sejarah adalah perang yang sama-sama kuat, sama-sama imbang yang mengakibatkan banyak sekali dari kedua belah pihak menguras dana dan banyak nyawa berguguran.

Penulis akan berbicara tentang awal ujian ini, dimana ujian ini berawal dari di jemputnya Kang Mas Tarmadji Oleh Kekasihnya. Namun di sisi lain, secara tidak langsung, Seleksi alam telah menunjukan siapa saja yang tidak boleh di percaya atau di ugemi dalam keluarga Besar PSHT. Berikut adalah 4 Toko yang memilih keluar kemudian mendirikan organisasi baru dan kembali menerima tawaran dari Pak Taufik.

1. Hubungan murid antara Mas Abas Dengan Pak Taufik secara kepelatihan.
Mas taufik adalah ketua terpilih dalam parluh 2016 di Asrama Haji Jakarta, namun dalam kepemimpinanya para warga PSHT Alih-alih mendapat ketentraman, yang terjadi malah sebaliknya. Mas Taufik adalah siswa dari Mas Abas, Warga Tk. 2 yang mengajarkan JL (Jurus Lama). dari sini kita akan berfikir, "Jurus baru saja sudah hebat, apalagi jurus lama". padahal menurut penulis, Jurus Lama tidaklah begitu efisien dalam beladiri praktis. apalagi kita sekarang sudah masuk dalam zaman beladiri tidak lagi begitu penting. Mengingat tidak ada lagi penjajah ataupun kaum yang di tindas seperti dizamannya Ki Hadjar Hardjo Oetomo untuk merebut kemerdekaan Dan Mas Imam Koesupangat yang harus melawan Syaikh Wulan agar bisa membawa keluar nama PSHT dari madiun. kalaupun ada, penulis yakin. Cukup dengan Pembaharuan beladiri PSHT kita bisa melawan penindas. Ingat, (Tidak ada barang yang perlu di perbarui jika tidak ketinggalan zaman. atau banyak kekurangan.)

2. Pendiri PSHT1922 Pak Bagyo TA dan Mas Imam Koeskantoro.
Pak bagyo dan mas imam koeskantoro adalah pendiri PSHT1922 yang memilih keluar dari PSHT. tidak ada penjelasan dari Alm. Kang Mas Tarmadji, sebab; karakteristik pemimpin kita ini tidak mau mengumbar aib orang lain.
Namun di sini penulis akan membawa ke dalam kesimpulan kenapa Bagyo TA Dan Mas Imam Koeskantoro memilih keluar kemudian mendirikan organisasi yang persis dengan PSHT namun bedanya ada tambahan 1922. Kemudian di tengah perjalanan Mas Imam Koeskantoro selaku Ketua Umum di geser oleh Pak Bagyo dan berakhir Mas Imam Koeskantoro Mendirikan perguruan baru dengan nama PSHT 1922-Indonesia.
hasrat-hasrat perpecahan telah mengisi hati dan fikiran tokoh-tokoh yang menyimpang dari PSHT.

Silahkan pembaca tela'ah sendiri, alasan Pak Bagyo dan mas Imam Koeskantoro mendirikan organisasi yang logonya hampir persis namun tidak sama.

3.Gerakan Mas Zakaria yang juga pendiri Korlap.
Masa demi masa PSHT telah melahirkan tokoh yang hebat, namun, seleksi alam bukan hanya saat kita menjadi siswa. melainkan seleksi alam akan semakin berat saat menjadi warga.

Begitulah penulis akan mengibaratkan Mas Zakaria. Korlap ciptaan Mas Zakaria track recordnya selalu saja menjadi dalang Demo dan Demo di PAM (Padepokan Agung Madiun) Bukan hanya zamannya Kang Mas tarmadji. Barisan Korlap ini selalu berdemo menjual Isue Aset, dan aset untuk menggulingkan Kang Mas Tarmadji, namun juga saat mas Zakaria Menggulingkan kepemimpinan Ketua Ranting Takeran Cab. Magetan di saat kepemimpinan kang mas tarmadji. Mereka lupa jika di PSHT itu tidak seperti sistem pemerintahan yang setiap kebijakan pemimpinnya bisa di koreksi melalui Demo. mereka lupa jika PSHT itu memiliki Kodratnya sendiri, memiliki Jiwanya sendiri, memiliki caranya sendiri untuk mendidik manusia berbudi luhur. seperti yang di contohkan Sesepuh-sesepuh PSHT yang dulu, itulah Ruhnya SH Terate, mempunyai karakter yang benar-benar menjadi ciri khas PSHT.

4. Pak Bambang Dwi tunggal, pendiri PSH PILANGBANGO.
Penulis tidak akan panjang lebar membahas PSH PILANGBANGO, kenapa? sebab saat perguruan ini berdiri, Penulis belum mendengar prestasi, entah jalan perguruannya bagaimana, belum usia 10 tahun sudah tenggelam termakan waktu, apalagi kemarin penulis mendengar bahwa Perguruan ini di tuntut oleh Mas Taufik sendiri, Namun penulis akan memberikan info kepada pembaca bahwa Pak Bambang Dwi Tinggal adalah warga yang memilih keluar dari PSHT Kemudian mendirikan PSH PILANGBANGO. Yang sekarang bergabung dengan barisan tandingan PSHTnya Mas Taufik, kenapa penulis mengatakan tandingan, sebab Mas Taufik mendirikan Cabang di tingkat Kota maupun Kabupaten di saat Cabang yang lama masih aktif.

Dari ke empat tokoh tersebut adalah hasil produk seleksi alam yang gagal, yang memilih keluar dari PSHT Pimpinan Alm. Kang Mas Tarmadji, yang baru kita rasakan sekarang ini benar-benar membuat rancau organsisasi PSHT saat kembali menerima tawaran dari Pak Taufik, Tentu saja kita semua tau bahwa Warga Tk.3 Memiliki keistimewaan khusus mempunyai "Weruh sak durunge winara". Allahu a'lam Bis showab.

Semoga dengan refrensi pengetahuan ini kita semua bisa membedakan mana Saudara kandung dari PSHT dan mana Saudara tiri yang mencoba meluluh lantahkan PSHT dari dalam.