Makna "MEGENGAN" dalam deretan sabuk mori/kain kafan.

Megengan adalah tradisi jawa yang kental dengan sambung rasa, yakni tradisi ziarah kubur kepada orang-orang yang sudah meninggal secara serentak untuk bersama-sama mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah mendahului kita agar semua amal ibadahnya di terima tuhan yang maha esa.
Megengan berasal dari pepak dasar bahasa jawa "Ageng", dalam bahasa indonesia bermakna Agung, atau yang termuliakan. 

Megengan di maksudkan agar seorang hambah dapat menghargai hidup, mempersiapkan diri dengan mengingat bahwa umur ini juga ada batasnya, semua yang bernyawa pasti akan mati.

Sama halnya dengan sabuk mori/kain kafan yang selalu mengingatkan kepada kita akan kepastian datangnya kematian.
Itulah mengapa Megengan perlu di laksanakan sebelum menjalankan sesuatu yang bermakna, agar nanti saat kita menjalaninya tetap ingat bahwa suatu saat kita akan mati menghadap sang pencipta, dan meninggalkan cerita kepada orang yang masih hidup.