Santri Adalah Mereka Yang Memiliki Jiwa Budi Luhur Dan Cinta Tanah Air, Serta Menerima Keberagaman.
Jurnalterate.com - Secara sederhana makna Santri merupakan orang-orang yang belajar ilmu agama di Pesantren. Orang-orang ini tinggal dan menetap pada jangka waktu yang tidak menentu sampai mendapatkan restu dari pengasuh untuk kembali bermukim di kampung halamannya masing-masing.
Istilah santri memang hanya ada di Indonesia, maka tidak mengherankan jika santri sangat melekat dengan budaya Indonesia dalam berbusana, seperti memakai sarung, peci hitam dan baju koko. Itulah dasar alasan santri juga dikenal dengan kaum sarungan. Para Asatidz atau sesroang yang di anggap memiliki kelebihan ilmu agama di sebuah pesantren tidak hanya mengajarkan para santri ilmu Agama, akan tetapi juga berusaha agar santri menjadi pribadi yang berakhlak mulia (Berbudi Luhur Tahu Benar Dan Salah).
Mengutip dawuh Kyai Haji Mustofa Bisri menjelaskan bawah "Santri adalah murid Kiyai yang dididik dengan kasih sayang untuk menjadi mukmin yang kuat (yang tidak goyah imannya oleh pergaulan, kepentingan, dan adanya perbedaan),"Jelas Gus Mus melalui akun media sosialnya, Senin (22/10).
Santri juga adalah kelompok yang mencintai negaranya, sekaligus menghormati guru dan orang tuanya kendati keduanya telah tiada maka santri wajib mencintai negaranya.
"Yang mencintai tanah airnya (tempat dia dilahirkan, menghirup udaranya, dan bersujud di atasnya) serta menghargai tradisi budayanya. Yang menghormati guru dan orang tua hingga tiada," lanjut Gus Mus.
Seorang santri, lanjut Gus Mus adalah kelompok orang yang memiliki kasih sayang pada sesama manusia dan pandai bersyukur.
"Yang menyayangi sesama hamba Allah, yang mencintai ilmu dan tidak pernah berhenti belajar (minal mahdi ilal lahdi Yang menganggap agama sebagai anugerah dan sebagai wasilah mendapat ridha tuhannya. Santri ialah hamba yang bersyukur" Gus Mus.