Dharmakan Ilmu Setia Hati Terate, Srikandi Di Lamongan Abdikan Dirinya Pada Masyarakat Dengan Berpegang Ajaran.
Jurnalterate.com - Puncak pengabdian dalam SH Terate adalah berbaur dengan masyarakat. Secara pendidikan formal, memang SH Terate hanya memiliki 1 lembaga di Madiun, Pusat Organisasi yang bernama SMK Pariwisata "Kusuma Terate". Namun secara pendidikan mental non formal, SH Terate memberikan pelajaran yang luas dan tak terbatas untuk mengup-grade (meningkatkan kualitas) pribadi menjadi manusia yang dapat memanusiakan manusia. Bekal warga SH Terate untuk bermasyarakat.
Septining Lisa, warga SH Terate yang berasal dari Dusun Nongko, Desa Candisari Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan menjadi salah satu contoh yang dapat kita renungkan dalam mengabdi kepada masyarakat. Di amanahi sebagai perangkat Desa/Kelurahan sebagai kapal pesiarnya agar ilmu yang di dapat melalui pendidikan non formal SH Terate berguna.
"Kita di beri wejangan oleh mas pelatih untuk memayu hayuning bawono yang bermakna mengayomi semua makhluk. bukan hanya pelatih, warga sepuh yang sering kita temui juga pasti berpesan agar selalu berguna di masyarakat" Wejang Mbak Lisa.
Perbedaan gender bukan sebuah halangan dalam mengaktualisasi ilmu yang kita dapat. Secara pandangan dalam SH Terate, Statuta jabatan hanyalah sebatas nilai keduniawian. Dan inilah yang menjadi pedoman beliau dalam mengabdi.