-->

Perbedaan Perayaan 1 Abad, Dari Prosesi Acara Syakral Di Madiun Hingga Dangdut Ria Di Prambanan.

Kontributor : Andry Julius Sadubun.
Jurnalterate.com - Bagaimana seseorang berharaga dapat di lihat dari bagaimana cara seseorang itu menghargai suatu perkara. Kadar perkara sendiri dapat di lihat dari bermakna atau tidaknya suatu hal yang menyangkut kecintaan kita.

Meskipun sudah berbeda badan hukum, sudah berbeda cara pengelolaan organisasi. Akan tetapi penamaan masih menjadi persoalan yang harus di selesaikan.

Setia Hati Terate merupakan sebuah tempat untuk menempah rasa, meruncingkan ideologi dalam bertuhan untuk mencapai tujuan yakni berbudi luhur. Nilai-nilai sepiritualisme yang identik dengan hal-hal syakral agar melatih rasa agar pelakunya menemui sebuah keberuntungan dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Namun, bagaimana jika tempat yang di kenal dengan ajaran dari latar belakang di atas di kaburkan, di isi dengan kebiasaan-kebiasaan yang dapat menumpulkan rasa? Tentu konsenkuensinya adalah hasil degradasi moral yang berakibat merugikan diri sendiri dan orang lain. Hal demikian telah di lakukan oleh pengurus pusat "JJ" Dalam sebutan SH Terate Madiun yang menggelar acara berjoget ria di Taman Siwa Sleman Jogjakarta.

Berperan sebagai sumber suri tauladan justru memfasilitasi momen istimewa 1 abad dengan perangai yang kurang patut di mata masyarakat dan mengakibatkan tumpulnya olah rasa. Inilah yang merugikan SH Terate Pusat Madiun, para sumber suri tauladan yang sangat menghargai momen dengan kesyakralan (kesucian laku) berupa peletakan batu pertama di tandingi dengan acara dangdut ria di candi prambanan.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb