-->

Kangmas Irsyad Widagdo, Pencipta Kurikulum Materi Pendidikan SH Terate.

Kontributor : Mukhammad Syafi'i S.pd.,
Jurnalterate.com - Terstruktur, jelas dan transparan merupakan hal yang sangat berpengaruh pada berjalannya roda organisasi. Hal inilah yang membuat SH Terate mampu mesejajarkan kiprahnya dengan perubahan zaman tanpa meningalkan prinsip ideologi ajaran yang di susun (kurikulum) oleh para leluhur.

Mengenai tentang kurikulum SH Terate yang saat ini di ajarkan oleh para siswa (Penimba Ilmu Pencak Silat) ternyata tidak terlepas dari buah pemikiran para leluhur. Entah dari senam dasar, jurus dasar, hingga kode warga.

1. Penyusun Senam Dasar, Jurus Dasar dan Kode Warga SH Terate.

Bapak Isryad Merupakan Ketua Umum ke-2 saat Bapak Soetomo Mangkujoyo berpindah tugas Ke BRI Surabaya. Bapak Irsyad merupakan Siswa Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang cukup piawai dalam permainan bela diri. Pada era kepemimpinan beliau ini di lakukan penggalian teknik dan akurasi gerakan jurus SH Terate yang harus di kaji ulang. Gerakan yang di anggap beliau relatif lemah di coba untuk mematangkan pola langkah sehingga menjadi kuat.

Hasil dari pendalaman, penelitian dan kajian yang di lakukan Bapak Irsyad ini membuahkan hasil dengan temuan. Salah satunya adalah jurus 1 yang sebelumnya serangan tangan pada jurus 1 Mbandul (Sekedar serang) di akurasikan manjadi menohok (Swing). Kemudian gerakan colok yang sebelumnya hanya memakai 2 jari di nilai rentan dan lemah menjadi 5 jari dengan saling rapat menghasilkan tenaga yang lebih kuat. 

2. Menciptakan gerakan senam dasar yang berjumlah 90 untuk mendasari gerakan siswa agar dalam pengusaan jurus tidak kaku. Bapak, Imam Koesoepangat dan Bapak H. Tarmadji Budiharsono Adinagoro juga menerima pelajaran yang sama seperti saat ini, Jurus dasar dan senam dasar buah dari pendalaman (Kurikulum) Bapak Irsyad.

3. Menciptakan kode warga karena di rasa sangat perlu, menimbang alasan anggota jumlah SH Terate sudah banyak hirarki tidak saling mengenal menjadi keresahan beliau. Dengan kode ini, seorang warga SH Terate bisa melakukan pendektesian secara akurat apakah orang yang baru di kenal ini warga atau bukan (Warga awu-awu).

Dari pendalaman kurikulum yang di susun Bapak Irsyad ini, Salah satu siswa (muridnya) yang menerima secara langsung adalah Kangmas Imam Koesoepangat. Beliau mulai latihan pada tahun 1953 dan di syahkan pada tahun 1958. Dalam perkembanganya setelah di syahkan, Kangmas Imam Koesoepangat keluar sebagai tokoh yang patut di perhitungkan dalam segala sektor buah cendikiawan. Dalam makna yang tersirat, Kangmas Irsyad merupakan figur yang sangat ulet dan peka terhadap perubahan zaman di semua bidang yang beliau tekuni. Bilamana Kangmas Irsyad menekuni bidang yang lain di pastikan kepekaan itu akan membuahkan hasil yang sama sesuai kebutuhan bidang yang akan menghadapi zaman.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb