-->

Berserah Diri Kepada Tuhan Yang Maha Esa Merupakan Salah Satu Cara Agar Kiranya Hati Bersinar (BER-SH).

Di tulis Oleh : KRA Tjatur Njoto Proboningrat, S Sos, MM.
Jurnalterate.com - Ilmu Setia Hati (selanjutnya disebut Ilmu SH), sejatinya adalah ilmu tentang kehidupan. Karena merupakan ilmu tentang kehidupan, maka ilmu ini hanya bisa diperoleh dengan cara “laku” atau “lelaku”. 
Tidak ada cara lain. Mengapa harus lelaku, karena jika hanya sekedar membaca dan mendengarkan pitutur, yg merespon hanya nalar kita, belum menyentuh rasa pangrasa kita. Oleh karenanya agar ajaran yang kita dapat mampu membuka nalar sekaligus menyentuh rasa pangrasa, maka ajaran itu musti diterapkan, diaplikasikan. Dengan demikian kita tidak sekedar "weruh" tetapi juga "ngerti".
Semakin panjang sejarah seseorang menjadi warga SH Terate, maka seharusnya semakin dalam ilmu SH yang dikuasainya. 
Hal ini bukan berarti bahwa warga-warga baru PSHT tidak dapat menguasai Ilmu SH, namun tidak dapat dipungkiri bahwa llmu SH adalah ilmu yang tidak dapat diperoleh secara instan. 

1.Berfirkir positif itu perlu dan penting, tetapi berfikir Positif saja tidak cukup. 

Disamping Berfikir Positif, kita juga harus bisa Berperasaan Positif. Thinking dan Feeling harus sejalan. Pada umumnya manusia sudah merasa baik dan hebat jika bisa berpikir positif terhadap apa yang menimpanya, terutama ttg hal-hal buruk. Mereka sudah merasa menjadi manusia baik jika memiliki pikiran positif dalam dirinya, merasa sudah bisa mengambil hikmah atas setiap kejadian.

Padahal sejatinya belum tentu. Berfikir positif sejatinya lebih mengandalkan pada logika/rasional sehingga sesuatu harus bisa dijelaskan sebab-akibatnya secara terang benderang. Padahal dalam hidup ini tidak semua bisa memperoleh penjelasan seterang atau sejelas yang kita inginkan. Sering kita merasa kok tiba-tiba ada orang baik, kok tiba-tiba ada orang jahat pada kita, tanpa kita tahu awal mulanya. 
Oleh sebab itu disamping berfikir positif, Warga SH Terate juga harus mampu berperasaan positif (positive feeling).

Dengan perasaan positif ini kita bisa merasakan hal-hal baik yang tidak bisa dirasakan orang lain. Kita bisa merasakan bahwa semua kejadian di sekitar kita ini tidak terjadi secara kebetulan. 
Kita juga bisa merasakan adanya campur tangan 'sesuatu' yang tidak bisa kita tangkap keberadaannya dengan pikiran melainkan dengan perasaan kita. 

2.Positive Feeling itu hasil sebuah proses.

Tidak semua orang bisa memiliki positive feeling (perasaan positif). Perasaan ini ini harus dilatih dengan sungguh-sungguh alias serius. 
Untuk memperoleh perasaan positif ini perlu 'laku', perlu pengalaman. Setiap warga SH Terate pasti sudah berpengalaman dalam hal ini, setidaknya saat latihan. Dulu, kita pernah 'ngemut' permen bareng-bareng dari mulut ke mulut dan tidak merasa jijik setelah biasa. 
Kalau dipikir dengan pikiran positif saja maka itu tidak logis, tapi karena kita diajarkan berperasaan positif maka kita dapat merasakan bahwa hal itu sesuatu yang baik dan kita bisa menerimanya dengan ikhlas, dengan hati kita. Bukan dengan pikiran kita. 

3.Gaya Tarik Menarik.

Sesungguhnya dalam hidup kita sedang bekerja gaya tarik menarik (yang berbeda dengan gaya magnetik). Gaya tarik menarik disini adalah, jika kita berperasaan positif maka teman, guru, tetangga, pelatih, istri dan anak-anak kita juga akan berperasaan positif terhadap diri kita. 
Positif akan didekati oleh yang positif juga. 
Tidak akan mungkin yang negatif akan mendekat ke yang positif karena secara otomatis akan 'tertolak'. Sekali lagi hal-hal negatif tidak akan mendekat ke hal-hal yang positif. Kebaikan tidak akan pernah berdamai dengan kejahatan dan sebaliknya.

Hati bersinar dalam SH Terate adalah simbol kebaikan, cinta kasih dan keiklasan. 
Jantung hati bersinar itu akumulasi dari energi positif yang luar biasa. Karena itu akan terasa aneh jika ada Warga SH Terate yang memiliki jantung hati bersinar lebih merasa nyaman berkumpul dengan orang-orang 'yang tidak beres'. Ini bukan soal baik buruk atau benar salah. Tapi ini soal keanehan, kok orang-orang SH Terate merasa lebih enjoy bergaul dengan mereka. Jika perasaan kita sensitif maka kita akan segera merasakan bahwa "perasaan positif" sedang tidak bekerja atau sedang tidak hadir dalam diri kita, dalam hati kita. 
Karena itu kita patut waspada. 
Siapa diri kita dapat dilihat dari dengan siapa kita bergaul. 

Oleh karena itu, jika seorang Warga SH Terate, baik laki-laki maupun perempuan yang belum menikah, jika menginginkan jodoh yang baik, maka tidak ada jalan lain perbaikilah kualitas hidup kita menjadi lebih positif. 
Semakin positif pikiran, perasaan dan laku kita maka akan semakin berkualitas jodoh yang akan kita temukan. 
Yang tidak berkualitas "gak akan berani mendekat". Inilah ini hukum gaya tarik menarik alam semesta.  Dalam ajaran SH Terate dikenal ungkapan "Sopo Nandur Bakal Ngunduh". 
Oleh karena itu Jantung Hati Bersinar merupakan akumulasi sumber energi positif yang luar biasa. 

4.Kita harus dekat dengan Sumber Sinar.

Jantung hati bersinar itu merupakan refleksi dari pantulan sinar dari sumber sinar. 
Jadi jantung hati bersinar bukanlah sumber sinar itu sendiri, melainkan tempat dimana Sumber Sinar mengirimkan sinarnya. 
Siapa sumber sinar itu? Dialah Allah, SWT Tuhan Yang Maha Kuasa. Konsekwensinya, jika kita sudah dekat dengan sumber sinar, kita tidak perlu khawatir lagi tidak perlu merasa was-was. Dalam kalimat ekstrem kita tidak perlu hati-hati (was sumelang), karena hati bersinar dalam diri kita akan menuntun kita ke Sumber Sinar, sumber kebenaran. 
Dalam titik inilah keyakinan tingkat tinggi terhadap hal-hal yang ghoib ( Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT) muncul pada diri seorang Warga SH terate. 
Untuk mencapai keyakinan tingkat tinggi ini maka tidak ada cara lain kecuali berserah diri terhadap apa yang menjadi kehendak Sang Sumber Sinar. Ya,...pasrah sepasrah-pasrahnya. Pasrah disini bukan pada proses, namun berserah dalam menerima hasil atas suatu ikhtiyar.
Karena semua yang terjadi di dunia ini dan terhadap diri kita, adalah hak prerogatif Sang Sumber Sinar. 
Dialah yang berhak memberikan atau tidak memberikan hidayah-Nya. Tidak bisa diminta, dan tidak bisa kita tolak. 
Oleh karena itu kita harus memiliki keyakinan tinggi terhadap eksistensi Tuhan yang Maha Kuasa.
Apapun yang menjadi kehendakNya, itulah yang terbaik.

5.Tanda-tanda Jantung Hati Kita Bersinar (Putih).

Salah satu pertanda bahwa kita memiliki jantung hati bersinar adalah ketika kita ditimpa kemalangan dan kesusahan atau mendapatkan sesuatu tidak sesuai keinginan, maka kita dapat secara ikhlas menerimanya dengan mudah dan lapang dada. Sebaliknya jika warna merah mendominasi maka hati kita menjadi gelap. Tingkat emosional kita tinggi.

Saat datang musibah maka kita akan merasa serba tidak enak, kita akan mencari-cari kesalahan pihak lain penyebab musibah yang kita alami. Lha, apa yang menyebabkan warna merah lebih mendominasi jantung hati kita dan bukannya sinar putih..? Salah satunya adalah karena kita senantiasa menghimpun energi negatif melalui: prasangka negatif, sikap negatif, kata-kata negatif dan perilaku negatif. 
Apa ukuran bahwa kata-kata, sikap dan perilaku kita dianggap negatif.? 
Ukurannya sederhana: adakah rasa ‘tidak enak’ dan atau ‘tidak nyaman’ dalam hati kita ketika kita mengatakan atau melakukan hal-hal tertentu..? 
Jika jawabannya ‘iya’ maka itulah ‘sumber energi negatif’ yang ada dan sedang aktif dalam jantung hati kita. Selanjutnya, apakah kata-kata, sikap dan perilaku kita bertentangan dengan moral umum dan peraturan yang berlaku di lingkungan kita...? 
Jika jawabannya ‘iya’ maka itulah sumber energi negatif. 
Jika energi negatif yang kita kumpulkan sedikit-demi sedikit melalui prasangka negatif, kata-kata negatif, sikap negatif dan perilaku negatif, maka kehidupan negatif-lah yang akan kita rasakan. 
Ini otomatis terjadi dan pasti terjadi karena hukum alam sedang bekerja. Karena itulah maka jantung hati bersinar hendaknya menjadi salah satu laku dan tujuan orang SH Terate. 
Dengan memiliki jantung hati bersinar kita akan bisa membaca sinyal-sinyal kehidupan, sebab Ilmu SH tidak lain tidak bukan adalah ilmu tentang kehidupan. 

6.Tujuan Warga SH Terate adalah Bersinarnya Jantung Hati kita karena kedekatan kita dengan Sumber Sinar.

Tanda-tanda jantung hati kita bersinar itu adalah kita tidak merasa 'was sumelang' (bhs jawa: was was, khawatir), bahkan sudah tidak merasa perlu lagi berhati-hati. Pernahkah kita menjadi merasa sangat berani padahal biasanya tidak begitu...? 
Kita tidak akan merasa takut lagi terhadap apapun karena kita yakin Allah SWT (sebagai sumber sinar) menyertai langkah kita. 
Kita merasa Allah SWT bersama kita. 
Dialah yang akan menjaga diri kita dan akan menentukan bagaimana seharusnya kita. 
Kalau kita yakin Allah bersama kita dan yakin dia akan membimbing kita, kenapa kita harus takut dan kenapa kita harus merasa perlu hati-hati. Kalau kita masih merasa perlu hati-hati maka kita sejatinya belum yakin atau masih ragu-ragu terhadap kebenaran yang selalu disuarakan hati nurani kita. 
Misalnya, kenapa kita takut bertindak padahal kita yakin itu benar..? 
Atau kenapa kita mengabaikan suara hati nurani kita...? 
Nah dalam hal ini kalau kita melawan bisikan hati nurani (tapi harus yakin ini bisikan nurani) maka kita akan celaka, karena sejatinya suara itu adalah Tuhan yang sedang berkomunikasi dengan kita melalui hati kita yang suci (qolbu). 
Hal ini berarti kita tidak bisa membaca sinyal yang dipancarkan oleh sinar jantung-hati kita sendiri. Oleh sebab itu setiap warga SH terate harus selalu berlatih untuk mampu menangkap bisikan atau sinyal-sinyal kebenaran yang dipancarkan oleh sinar putih jantung-hatinya. Jangan salah menangkap sinyal yang sudah bercampur dengan hitung-hitungan rasional pikiran kita. 
Jangan sekali-kali melawan kehendak nurani. 
Ini memang bukan hal yang mudah dilakukan... ya ini adalah hal yang sangat sulit. 
Semua ini hanya dapat dilakukan oleh Warga SH Terate yang hatinya bersih, suci dan ikhlas. Kita tidak akan pernah mampu menangkap sinyal dari pancaran sinar jantung-hati suci kita, sekalipun kita seorang Warga SH Terate, kalau kita tidak pernah melatihnya. 

7.Fakta-fakta sejarah yang tertulis membuktikan bahwa kepasrahan total kepada kepada Allah SWT Tuhan yang maha kuasa merupakan sumber sinar putih jantung-hati kita dan menjadi suatu kekuatan tak tertandingi, merupakan “doyo batin kang jinurung ing gaib (Pangastuti)”. 

8. Beberapa orang (dan mungkin kita juga) sering dibingungkan mengapa kita sering dikerumuni oleh hal-hal yang sebenarnya tidak kita sukai, padahal kita sudah berupaya menghindar dari masalah yang tidak kita sukai itu. Ketika thinking dan feeling memancarkan gelombang "ketidak sukaan" maka hal-hal yang tidak kita sukai akan "tertarik" oleh pikiran dan perasaan 
, dan dengan mesranya akan merangkul kehidupan kita. 
Karena itu thinking dan feeling kita harus kita arahkan pada hal-hal yang kita sukai. 

9.Diakui atau tidak, dalam mengarungi kehidupan kita tidak akan lepas dari 3 sandhangan sebagai "sarana" jangkepnya hidup, yaitu :
•Ngawirya......status sosial/derajat/pangkat/jabatan/kedudukan
•Harta.......semat/duwit/kecukupan ekonomi 
•Winasis....kagunan/kepinteran/kompetensi 
Jika “terpisah” dari 3 hal itu maka hidup kita ibarat tidak lebih berharga daripada daun jati yang kering (luwih aji godhong jati garing). 
Jika sandangan itu tak terpenuhi sama sekali maka akan tak ada nilainya kita hidup di "dunia nyata" ini. Akan tetapi jika kita "terbelenggu" dengan sarana jangkepe urip itu maka pada “akhir”nya hidup kita akan sia-sia alias muspra (mubadzir), akan kehilangan makna spiritual, kosong, sepi, dan tak berarti..!
Ketiga sarana jangkepe urip itu akan mengikat erat menjadi satu kesatuan. Ibarat ngombe banyu segara, saya akeh saya ngelak (ibarat meminum air laut, semakin banyak semakin haus). 
Oleh karena itu harus tetap disadari bahwa "Jangan sampai sarana menjadi tujuan semata yg mengakibatkan tujuan menjadi bias, agar pada akhirnya kita selamet dunia akhirat."

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb