-->

Perspektif Pendeta Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Tentang "Permana Ing Jati" Atau Menyatu Dengan Tuhan.

Kontributor : Gyo Silalahi
Jurnalterate.com - Pramana ing jati. Apa maknanya? Pramana ing jati adalah manusia yang sudah mengalami kesejatian hidup. Dalam mistik Ke-Esa-An Tuhan, manusia yang sudah mengalami pramana ing jati akan menghayati hidupnya melulu sebagai laku dan dharma. pramana ing jati biasa di lakukan oleh Para Pendheta Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW).

Laku itu bukan hanya semata aktivitas penuh hiruk pikuk kesibukan. Melainkan menjalani dinamika kehidupan sehari-hari dengan rasa syukur atas segala takdir yang di terima serta dihayati sebagai bentuk doa tiada henti untuk selalu berusaha menyatu dengan Tuhan.

Apa pun tugas perutusan dan karya pelayanannya, di mana pun hal itu dijalani, semuanya dilakukan dalam kesadaran akan Tuhan. Mata, telingah, hidung, bibir, dan pori-pori hidupnya memandang, mendengarkan, mengaroma, mewartakan dan meluapkan kasih Tuhan kepada sesama dan semesta. Dalam diri manusia pramana ing jati tak lagi terpikir akan cacian, pujian, hujatan, sanjungan, apalagi imbalan.

Semua dan segala sesuatunya dilakukan selalu demi kasih kepada Tuhan, sesama dan semesta. Rasa pramana ing jati itu nikmat dalam sepi, bahagia dalam hening, tetap hening dalam keramaian; melakukan semua sebagai memang harus dilakukan sebagai perutusan, bukan sebagai pemenuhan diri. Mengapa? Sebab segala sesuatunya justru meluap dari diri yang penuh oleh berkah dari Sang Pencipta. Pramana Ing Jati menyadari tanpa menilai apalagi menghakimi. Pramana Ing Jati juga merdeka tanpa kecemasan dan ketakutan sebab keberadaan adalah kehidupan dalam kesadaran akan kasih Tuhan.
Dalam kebersamaan dengan Tuhan sebagai sumber segala daya kekuatannya, maka yang terjadi akan timbul rasa sadar diri bahwa manusia tak lagi mengandalkan kekuatannya sendiri. 

Semua hal baik adalah karya Tuhan sendiri, segala kekurangan yang ada merupakan bagian dari manusia sendiri tanpa pernah menyalahkan Tuhan dan liyan, pramana ing jati justru kian membuatnya rendah hati membenamkan dirinya dalam Dirinya.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb