-->

Mengenang Wafatnya Ketua Umum Sh Terate Ke-2, R.M. Soetomo Mangkoedjojo Untuk Selalu Meneladani Sikap Berbudi Luhur.

jurnalterate.com - R.M. Soetomo Mangkoedjojo merupakan salah satu tokoh peratama peletak peradaban di dalam organisasi bercorak paguron Sh Terate yang sangat fenomenal dan dapat kita rasakan sampai saat ini. Di mana sistem yang pernah di pakai pertama kali untuk pemilihan ketua umum dalam Sh Terate adalah musyawarah pada tahun 1948.
Beliau adalah murid langsung dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo, tepat pada Tanggal ini, 14 Desember Tahun 1975 yang lalu beliau wafat dan di semayamkan di pemakaman umum Cangkring Madiun.

Sebagai anggota Sh Terate, tentu meneladani sikap para tokoh menjadi sebuah keharusan untuk menata jalan budi pakerti luhur, menuju tujuan utama di dirikannya Sh Terate yakni sebagai manusia yang berbudi luhur agar tahu benar dan salah.


Makna istilah budi luhur atau budi pekerti luhur dalam bahasa  pada umumya di kenal dengan perilaku manusia yang terpuji dan penuh kebaikan. Dalam Ensiklopedi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menyatakan budi luhur berasal dari kata "budi" artinya upaya, tabiat atau kelengkapan kesadaran manusia. "Luhur" berarti tinggi atau mulia. "Budi" juga berarti kesadaran tinggi berisikan cahaya Ketuhanan yang memberikan sinar terang. Adapun "luhur" terkandung pesan sikap mental dan nilai yang mengandung kebaikan dan hal sikap yang sangat terpuji. Maka Budi luhur dapat diartikan sebagai hasil kesadaran menuju pada kemuliaan hati.


Berbudi pakerti luhur adalah keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat yang bersangkutan untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan kodrat/takdir kehidupannya setiap hari. Pengertian ini memuat pandangan "budi luhur" itu merupakan rambu-rambu normatif untuk menilai apakah perilaku seseorang dianggap mencerminkan budi luhur atau tidak. Penyimpangan terhadap etika berarti juga sekaligus pengingkaran terhadap nilai budi luhur. Begitu pula etika kebijakan berbudaya dan beragama, tentu dapat diartikan sebagai norma yang digunakan masyarakat pada umumnya untuk menilai pekerti seseorang dalam kehidupannya.

Aktualisasi dari ajaran di atas sembari mengingat kembali para tokoh perjuangan dalam mengembangkan Sh Terate, sebagai seorang pendekar yang di tempa dalam Sh Terate kita di tuntut untuk menjadi pribadi yang berbudi luhur sesuai tujuan daripada Sh Terare sendiri di dirikan.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb