-->

Sh Terate tidak Mufaroqoh, Jadi tidak butuh Islah, Mantan anggota PSHT jangan seperti pahlawan kesiangan.

jurnalterate.com - Sh Terate memang bak seperti gadis anggun meronah yang banyak sekali ingin memiliki, bahkan segala cara baik jalan di larang maupun tidak di larang di tempuh untuk meminangnya.
Sh Terate merupakan organisasi bercorak paguron, Dimana sistem organisasinya memiliki ketentuan, batasan, dan juga kaidah yang perlu di jaga bersama demi utuhnya "Persaudaraan" tanpa rasa penghianatan dan pelanggaran aturan yang ada.

Normalnya organisasi yang lain, dinamika tentu terjadi di setiap perjalanan berdikarinya sebuah organisasi, entah itu pelanggaran aturan yang dapat mengeluarkan anggota demi berlangsungnga sebuah organisasi, ataupun di tinggalkan dan merelakan karena sudah bermangro tingal.

Namun di tahun 2021 ini, para pembenci Sh Terate sangat terlihat jelas dengan menebar isue dan juga penggiringan berita bahwa Sh Terate telah pecah (Mufaroqoh) menjadi dua, kemudian tiba-tiba ada sekelompok orang dengan komandannya, mantan anggota Sh Terate yang telah mendirikan Perguruan Baru serupa dengan Sh Terate namun tak sama seperti pahlawan kesiangan mengajak untuk menyatu (Islah).

Pembuktian tidak mufaraqah (pecahnya) Sh Terate selama ini sudah terbukti dan dapat di lihat dari kasat mata mulai dari kepengurusan yang aktif baik kegiatan sosial maupun pencak silat seperti Cabang-cabang yang merebut juara umum antar perguruan pencak silat di setiap laga kabupaten seperti : Madiun, Lamongan, Trenggalek, Tuban, Blora dan masih banyak Cabang-cabang lain.

Isue seperti ini adalah suatu gerakan politik yang menginginkan pengakuan di atas panggung dengan cara menggunakan masalah yang di sebar sendiri dan menjadi pahlawan kesiangan sendiri.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb