Pentingnya menulis bagi kalangan Sh Terate untuk menguatkan idealisme sejarah.
jurnalterate.com - Menulis tidak selamanya memberikan informasi atau tidak sekadar menyampaikan pendapat kepada khalayak, tetapi menulis juga bisa menjadi sebuah seni untuk meyakinkan pembaca dan sekaligus meneguhkan sebuah kreasi dari seni berolah kata. Menulis juga bisa menjadi media dakwah dan perjuangan untuk menanamkan nilai-nilai yang luhur kepada sesama ummat manusia.
Salah satu unsur keindahan dari sebuah tulisan adalah mengedepankan kata-kata yang serupa dengan syair-syair yang menyentuh hati, tapi relevansi kalimat, argumentasi logis, kesinambungan paragraf, juga merupakan bagian dari unsur seni. Tulisan juga bisa menjadi kepuasan tersendiri bagi sang penulis ketika keindahan tulisan sudah dinikmati, maka di sana pulalah anugerah dan kenikmatan dari tuhan hadir.
Dalam sejarah penulisan, Banyak sekali tokoh dunia yang menginspirasi dan memberikan inspirasi tentang tulisan-tulisan dan karya-karya yang dihasilkan. Salah satunya tokoh dunia dan sekaligus ulama besar itu adalah Imam Al-Ghazali. Beliau diakui dunia sebagai penulis sekaligus ulama yang hebat, dengan hasil karya keilmuannya tersebut ternyata sampai saat ini diakui tetap relevan untuk menjadi rujukan keilmuan dan inspirasi oleh siapa saja yang menginginkannya.
Dalam sejarah Sh Terate sendiri tidak lepas dari catatan penulisan, Mulai dari biografi tokoh sejarah, tokoh millenil dan pelaku sejarah yang baik/buruk pun tidak lepas dari penulisan sejarah yang kelak bisa di ambil pelajaran untuk di berikan kepada sang penerus sebagai dasar kokohnya sebuah organisasi.
Berikut adalah tips penulisan untuk memulai menulis:
Pertama, hilangkan dulu stereotip bahwa menulis itu berat dan menyeramkan. Kedua, pengorganisasian ide-ide, untuk kemudian diambil satu ide sebagai fokus. Ketiga, membuat peta pemikiran dari ide-ide, terutama pada ide yang dijadikan fokus. Keempat, data-based-writing, yakni perlunya kekayaan data, dan kekuatan analitik dan imajinatif dalam menulis. Kelima, gunakan perspektif teori dan konsep yang jelas, kuat dan relevan. Keenam, mulailah menulis. Ketujuh, editing. Kedelapan, pengendapan, dan Kesembilan, berbagi dengan teman sejawat Diskusi tersebut berlangsung santai dan cukup aktif.