-->

Pemakeman Sabuk tingkatan di mulai saat Musyawarah Besar pertama oleh saudara-saudara PSHT.

jurnalterate.com - Pengaplikasian ban/sabuk dalam proses pelatihan PSHT telah di mulai sejak Musyawarah Besar Ke-1 pada tahun 1948 di madiun. Selain memindah sistem yang bersifat Perguruan ke rana organisasi. Kang Mas Soetomo Mangkujoyo dan saudara-saudara juga menyepakati penerapan proses pelatihan tingkatan dengan tanda Sabuk/Ban Pinggang. Hal itu bertujuan sebagai salah satu teori dalam pencarian jati diri, Dimana apa yang melekat pada diri kita merupakan sesuatu yang wajib kita koreksi agar mengetahui sampai mana ukuran kita dalam mendalami sesuatu. Dari ukuran inilah kita di tuntut untuk tahu diri, sadar apa yang telah di gariskan tuhan kepada kita. Untuk itu, dalam menjalani proses pembelajaran dalam Persaudaraan Setia Hati Terate, Para penempa harus tau dan sadar maknawiyah tersebut, Berikut adalah arti tingkatan pembelajaran dalam PSHT.

• Arti sabuk polos/hitam.

Sabuk polos atau hitam, secara mendasar mengandung arti bahwa siswa yang berada di tingkat polos adalah siswa yang buta atau tidak mengetahui dengan baik organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Warna hitam menunjukkan warna dasar dari pakaian SH Terate sehingga warna sabuk polos dapat berarti juga siswa polos adalah siswa yang baru blajar dan baru mengenal Persaudaraan Setia Hati Terate dan tidak boleh ditunjukan kepada orang lain.

• Arti sabuk jambon/merah muda.

Sabuk jambon atau merah muda secara mendasar mengandung maksud bahwa siswa jambon adalah siswa yang baru saja memulai mengenal SH Terate dan mengenal arah kebenaran dalam Sh Terate. Warna jambon atau merah muda mengandung arti warna keragu-raguan, jadi sifat ragu-ragu selalu ada di siswa tingkatan jambon. Dalam berbagai sumber, jambon juga mengandung maksud adalah sifat matahari yang terbit (Fajar) atau sifat matahari yang terbenam (Senja), yaitu sifat yang mengarah ke suatu kepastian tetapi masih dalam taraf menggantung dan belum tetap wataknya.

• Arti sabuk hijau.

Sabuk hijau secara mendasar mengandung maksud bahwa siswa hijau adalah siswa yang sudah mantap/tenang hatinya. Warna hijau mengandung arti warna keadilan dan keteguhan dalam menjalani sesuatu. Sifat inilah yang di harapkan terbentuknya karakter pada siswa hijau, dimana siswa tersebut manpu berbuat adil, mulai dididik untuk madep, karep, mantep, dengan mengutamakan ajaran SH Terate.

•Arti sabuk putih.

Sabuk putih atau putih kecil adalah tingkatan siswa yang terakhir dalam latihan Persaudaraan Setia Hati Terate. Sabuk putih berarti bahwa seseorang yang telah mencapai tingkatan ini adalah orang yang telah mengerti arah yang sebenarnya dan telah mengetahui perbedaan antara benar dan salah. Pada tingkatan ini, seorang siswa akan menamatkan pelajaran SH Terate baik pelajaran olah kanuragan (beladiri) maupun pelajaran kerohanian/ke-SH-an.
Warna putih melambangkan kesucian, oleh karena itu sifat dan watak yang diharapkan dari siswa tingkat putih adalah siswa tersebut dapat bertindak berdasarkan prinsip kebenaran, dan bersikap tenang seperti air yg mengalir. Dalam suatu pepatah SH Terate disebutkan "tiniti liring, tindak ing ati".

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb