PSHT & Suku Toraja Membangun Peradaban Manusia Berbudi Pekerti Luhur.
Sulawesi Selatan - Kota Palopo (Nenek Moyang Suku Toraja) adalah sebuah kota di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota Palopo sebelumnya berstatus kota administratif sejak 1986 dan merupakan bagian dari Kabupaten Luwu yang kemudian berubah menjadi kota pada tahun 2002 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tanggal 10 April 2002.
Kental dengan budaya kalau memakamkan seseorang harus memotong kerbau dengan menelan biaya 200 Juta lebih, Persaudaraan Setia Hati Terate mampu berbaur dengan masyarakat suku toraja, secara prinsip manusiawi. Masyarakat Toraja di kenal dengan kelembutan budi pekerti, itulah kenapa PSHT dan Suku toraja tidak ada perbedaan dalam tujuan mendidik manusia berbudi luhur.
"Syukur mas kemarin pengesahan di Cabang Palopo Pusat Madiun Lancar". Kang Mas Rifo Aftiyan. Pelatih Ranting Toraja Utara Cab. 118 Palopo (Suku Toraja) Pusat Madiun.
Memasuki "Revolusi Mental" yang di gaungkan Presiden Indonesia Bpk. Ir. Joko Widodo. PSHT Bekerja keras di tahun yang memasuki usia 1 abad dengan ikut membangun peradaban manusia Berbudi Luhur agar menciptakan tatanan masyarakat yang Pendekar-Nasionalis sesuai cita-cita pendiri PSHT. Yang juga pahlawan perintis kemerdekaan Republik Indonesia Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
Organisasi beladiri yang lahir dari Kota Madiun ini. Yang semula sebagai wadah untuk pendadar pemuda kota madiun untuk memporak-porandakan penjajah memiliki daya tarik yang luar biasa. Terbukti beberapa suku di indonesia dan mancanegara berminat untuk masuk dalam organisasi beladiri ini.