-->

Korlap (T) Takeran Mencidrai Rasa Persaudaraan Dengan Uang.

Uang memang menjadi hal sangat penting dalam keberlanjutan sosial ekonomi manusia. Namun, Uang juga dapat menjadi salah satu pemicu hancurnya sebuah hubungan dan juga dapat menjadi sebab rusaknya keberlangsungan sebuah ikatan tali silaturrahmi.

Seperti yang kita tahu, Persaudaraan di SH Terate tidak di ukur dari banyaknya uang, tingginya jabatan, dan apa agama yang kita anut. Persaudaraan Sh terate di landasi dari keikhlasan, Menjunjung tinggi rasa Persaudaraan agar menciptakan tenggang rasa dari hati ke hati.

Bersilang laku dengan Komunitas KORLAP (T) Takeran. Selebaran info yang di gali oleh tim investigasi Jurnal Terate, Komunitas ini mendapat suplay dana berupa kartu ATM E-Money melalui Bank MANDIRI. Sangat fatal jika hal ini di terapkan dalam organisasi PSHT. karena yang paling berperan dalam membesarkan sebuah organisasi adalah rasa keikhlasan anggotanya.

Tindakan yang tidak berbudi luhur jika uang organisasi di nikmati oleh perorangan, apalagi komunitas seperti KORLAP (T) Takeran ini selalu menjual issue jika pengurus pusat melakukan penggelapan dana dan sampai sekarang tidak terbukti. Alm. Kang Mas Tarmadji pernah menjawab salah satu pengurus Cabang karena belum bisa memberikan sumbangsih kepada Pusat untuk pembangunan dan inventaris PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE secara umum.
Di kisahkan ada sebuah cabang yang setiap tahunnya mengesahkan 100 orang, dan di kenakan biaya 1.000.000 juta, Maka jika di kalikan mendapat 100.000.000. Hal ini tidak cukup untuk biaya operasional selama satu tahun karena anggaran untuk pengesahan terpotong izin ke Polres setempat. Menjadi tolak ukur sekali demonya Eks-HTI di monas, Negara harus mengeluarkan uang 5 Triliyun untuk pengamanan padahal itu hanya segelintir orang. Apalagi PSHT setiap kali pengesahan pasti ada penggembira di setiap Kabupaten/Cabang dengan jumlah besar memenuhi jalan. 

Si ketua Cabang itu matur kepada mas Tarmadji bahwa belum bisa menyetorkan uang mahar. Kang Mas Tarmadji Hanya Ngendikan "Utamakan dulu cabangmu". Begitulah tandasan dari sang Maestro PSHT Alm. Kanjeng Raden Arya Tumenggung (K.R.A.T) Tarmadji Boedi Harsono Adi Nagoro.

Maka secara garis besar kalau ada dana yang masuk kepada perorangan seperti KORLAP (T) Takeran, hal itu telah mencidrai saudara-saudara PSHT di akar rumput.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb