Kembali Ke Ajaran : Persaudaraan Yang Di Ajarkan Oleh Para Leluhur.
www.jurnalterate.com - Persaudaraan adalah aset berharga untuk membesarkan nama PSHT, para warga telah dididik sejak siswa untuk berlaku berbudi luhur, saling asah, asih dan asuh antar anggotanya, mendahulukan saudara seperguruannya di bandingkan orang lain. Namun beberapa dekade terakhir, Persaudaraan itu di manfaatkan oleh kelompok Eks-PSHT. (mantan anggota PSHT).
Persaudaraan yang sebelumnya di maknai dengan tidak membedakan Ras, Suku, Agama, Miskin, Kaya dan Berpangkat kini telah di rubah dengan "Siapa yang memakai hati bersinar, itulah saudara saya". Padahal hati putih bertepi merah mempunyai artikulasi sendiri. Membutakan rasa persaudaraan untuk merekrut masa, dan menjual kata persaudaraan untuk kepentingan pribadi dan kelompok Eks-PSHT.
Dalam ajaran PSHT sendiri tidak melarang para warganya berhubungan baik dengan perguruan lain maupun bukan anggota PSHT. Sebab organisasi yang didirikan oleh ki Hadjar Hardjo utomo ini memiliki ajaran "Memayu Hayuning Bawana". yakni mengayomi semua golongan dalam wujud kesatria tanpa meninggalkan jatidiri Pendekar Setia Hati Terate.
Sekarang ini, Rasa Persaudaraan dalam Setia Hati Terate telah terkikis dengan hasutan kelompok Eks-PSHT untuk bersaudara dengan semua Organisasi. Padahal sikap "Memayu Hayuning Bawana" memiliki arti internal mengayomi kelompok lain dan mendahulukan Saudara seorganisasi. Bukan di artikan untuk saling bersaudara dengan organisasi yang sejak awal berdirinya PSHT tahun 1922 tidak pernah perduli dengan PSHT. bahkan lebih sering memusuhi dan mengkritik ketua Umum PSHT di masa lampau.
Untuk itu, demi mewujudkan rasa Persaudaraan yang sempat terkikis oleh kelompok kecil, mari bersama-sama membangun dan mewujudkan kembali rasa persaudaraan yang semula di ajarkan oleh para leluhur untuk tidak membedakan Ras, Suku, Agama, Miskin, Kaya dan Berpangkat. Bukan "Siapa saja yang memakai hati bersinar itulah saudara saya". Serta membangun citra baik nama PSHT untuk bernegara dengan prinsip "Memayu Hayuning Bawana" demi melanjutkan cita-cita para leluhur.