Sanad keilmuan Ketua Umum PSHT sampai ke Nabi Muhammad Saw.
Madiun - Dalam mempelajari sebuah pengetahuan, seseorang harus memperhatikan sumber ilmu yang didapatnya berupa silsilah keilmuan atau sanad. Hal ini sangat berperan penting dalam keberkahan ilmu yang didapat.
"Sebaik-baiknya orang belajar ialah yang mempunyai guru. Lalu gurunya itu mempunyai guru lagi dan terus tersambung (wushul) dengan guru-guru lainnya. Itulah yang dinamakan sanad keilmuan. Sanad keilmuan dari guru-guru yang jelas dan berakhlak mulia memastikan ilmu yang kita dapatkan telah melalui proses yang baik dan benar, tidak melalui proses yang instan sehingga ilmu tersebut layak diajarkan kepada orang lain."
Sama halnya dengan proses pembelajaran di SH terate. Pentinganya tujuan untuk mendidik manusia berbudi luhur harus memiliki sanad keilmuan kepelatihan yang benar.
berikut adalah silsilah sanad keilmuan Ketua Umum PSHT sampai ke Rosulullah :
> Mas Moerjoko H.W. Adalah murid langsung dari Kang Mas Tarmadji.
> Kang Mas Tarmadji adalah murid kinasih dari Raden Mas Imam Koesupangat. (Pendhito Wesi Kuning)
> Mas Imam Koesupangat adalah murid langsung dari Mas Irsyad
> Mas Irsyad Murid Langsung Ki Hadjar Hardjo Oetomo (Pahlawan perintis kemerdekaan RI).
> Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah murid langsung dari Ki Ageng Suro Dwirijo pencipta aliran pencak silat Setia Hati.
> Ki Ageng Suro Dwiriyo murid langsung dari Kyai Usman Krapyak Tebuireng. dari sinilah bibit bibit kegemaran Ki Ageng Suro Dwiriyo gemar dengan permainan pencak silat.
> Kyai Usman sendiri adalah murid Kyai Sechah Tambakrejo.
> Kyai Sechah adalah pasukan Siluman Pangeran Diponegoro untuk melawan Penjajah. dalam hal ini Kyai Sechah belajar banyak dalam strategi prang
> Pangeran Diponegoro memiliki seorang guru dari Persia yang bernama Kyai Taftazani.
> Kyai Taftazani sebelum masuk ke indonesia memiliki guru yang tidak asing di telinga kita yakni Al-Imam Al-Ghazali pengarang Kitab Ihya' Ulumuddin.
> Al- Imam Al ghazali memiliki 2 sanad keilmuan.
* Sanad pertama melalui Abdul Malik Imamul Haramain, dari Muhammad Al-Juwaini, dari Abdullah al-Marazi, dari Abu Zaid Al-Marazi dari Imam Syafi’i, dari Imam Malik, dari Imam Nafi’, dari Sahabat Abdullah bin Umar, dari Rasulullah SAW.
* Sedangkan sanad ke dua melalui Abdul Malik Imamul Haramain, dari Abu Bakar al-Baqilani, dari Abdullah Al-Bahili, dari Abu Hasan Ali Al-‘Asy’ari, dari Abu Ali Al-Juba’i, dari Abu Hasyim Al-Juba’i, dari Abu Hudhail al-Alaf, dari Ibrahim an-Nadham, dari Amar bin Ubaid, dari Washil bin Atho’, dari Muhammad bin Ali Al-Hanafiyah, dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah SAW.
Sumber :
Sejarah SH terate, Yayasan Setia Hati Terate. Madiun Cet.I
Menelisik Sejarah Memetik Uswah, Tambahberas Hal. 1.
Pesantren Tebuireng, 1890 Edc. Revisi.
Terjemah Biografi Imam Al-Ghazali.