-->

Pasal 2 AD-ART Parluh 2016-2017 di Lebur (Biarkan Persaudaraan tumbuh dengan sendirinya).

Madiun - Perseteruan babak baru sengketa keabsahan Hukum  di dalam tubuh PSHT telah mencapai solusi, putusan kementrian HUKUM dan HAM telah memutuskan melalui Mahkamah Agung dengan hasil Kang Mas Moerdjoko H.W. sebagai Ketua Umum PSHT.

Namun, perseteruan masih saja bergulir. pelbagai cara pihak yang tidak bisa menerima putusan negara dengan cara membuat opini dan playvictim agar dapat merekrut masa yang belum tau arah dan tujuan siapa yang harus mereka pedomani.

Jurnal terate pun menemui tokoh-tokoh penting di akar rumput selama 15 hari di mulai pada tanggal 29 Juli 2021, seperti ketua Rayon dan Ranting di berbagai daerah wilayah Jawa Timur dengan sumber yang baik secara dhohir dan bathiniah selalu aktif di Rayon dan Ranting PSHT hingga saat ini.

"Lebih baik terlihat terpecah belah demi mengungkapkan kebenaran sesuai yang ada namun kokoh di dalam, daripada bermanis-manisan dengan menjual persaudaraan namun rapuh di dalam, Warga PSHT harus berani mengambil sikap apa yang mereka ketehui". Jelas Mas Yasifun Ketua Ranting PSHT Paciran Cab. Lamongan.

Bukan hanya beliau, Mas Muammar Ketua Ranting PSHT Delegan Cab. Gresik Juga menegaskan bahwa PSHT sudah bukan lagi saatnya menjual persaudaraan.
"Persuadaraan sekarang hanya tameng untuk keuntungan pribadi, mereka lupa, bahwa sifat seorang pendekar itu berani mengambil resiko. apalagi pendekar psht yang sejak siswa di ajari untuk mengambil keputusan meskipun kain morinya terpakai lebih pada awal umurnya".

Ini seperti hasil Parlu 2021 di madiun yang tertulis di AD ART Pasal 2 "baik AD ART 2016 dan 2017 menyebutkan :
*Organisasi ini bernama Persaudaraan Setia Hati Terate untuk selanjutnya disebut SH Terate.*

Dan di tegaskan dalam AD-ART 2021:
*Organisasi ini bernama Persaudaraan Setia Hati Terate untuk selanjutnya disebut Setia Hati Terate atau SH Terate.*

Poin yang bisa di ambil adalah PSHT kembali ke ajaran perguruan yakni menghormati yang lebih tua dan mengharagai yang lebih muda serta mengutamakan hasil mufakat saudara seperguruan demi keberlanjutan eksistensi PSHT.

Ada 15 tokoh akar rumput yang kami datangi, namun wejangan 2 tokoh tersebut kami ambil sebagai pelecut semangat saudara-saudara PSHT dimana pun berada untuk selalu mengembangkan dan juga memberikan informasi yang searah dengan negara tanpa ada kritikan dan aksi demo yang tidak suka dengan keputusan-keputusan pusat mengingat kita yang bersifat perguruan yang di dominasi organisasi agar lebih tertata dan berirama dalam mengembangkan PSHT.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb