-->

Jangan konvoi ini 2 sisi buruk tahun baru.

JurnalTerate - Muharram atau Suro adalah penanggalan yang sama namun berada pada titik perhitungan yang berbeda. Muharram adalah hitungan tahun baru Hijriah yang di awalai oleh nabi Muhammad setelah berhijrah makkah ke madinah. Sedangkan Suro adalah hitungan tahun baru versi jawa yang di awali oleh Raja mataram Sultan Agung Tirtayasa, Raja kerajaan islam pada abad ke 16.

Di lansir dari primbon jawa. Bulan Suro identik dengan waktu-waktu yang sakral untuk membentuk ilmu kanuragan dan ketajaman mata bathin, di ceritakan saat Sultan Agung meraga sukma di songgo langit dan membunuh para pimpinan penjajah belanda dengan raga sukma atau berduel secara sukma di lakukan di bulan suro.

Di sisi lain, bulan suro yang bertepatan dengan muharram memiliki sejarah kelam atas terpenggalnya kepala cucu nabi muhammad saw. saat perang. Itulah sebabnya, pada bulan suro atau bulan muharram selalu banyak kesialan yang nantinya akan mengikuti hidup saat kita mengadakan pesta pesta atau uforia mengingat kesedihan nabi muhammad terjadi pada bulan muharram.

Seperti tradisi yang sudah tersebar dan mengakar rumput, bahwa bulan suro tidak boleh menggelar hajatan pernikahan maupun khittan, pesta-pesta yang menimbulkan kebahagiaan hingga lupa sang pencipta.

Itulah yang di kaji oleh beberapa pengurus PSHT di tingkatan Ranting maupun Cabang agar warga PSHT tidak hanyut dalam konvoi dan hura-hura di bulan Muharram yang bertepatan dengan Suro. Seyogyanya saudara-saudara selalu selalu menajaga alur hidup kita agar dapat mencapai kebahagiaan dunia dan juga akhirat..

Untuk itu mari bersama-sama merubah pola fikir kita untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat seperti halnya tujuan PSHT pada umumnya.

© 2021 ‧ jurnalterate.com. All rights reserved. Made with ♥ by tdb