Peran Warga SH Terate Dalam Menjaga, Mempertahankan dan Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi.
Di Tulis Oleh : KRA. Tjatur Njoto Ryanto Proboningrat, SSos, MM.
Jurnalterate.com - Budaya atau kebudayaan diambil dari bahasa Sansekerta yakni buddhayah, bentuk jamak dari kata budi dan akal, yang diartikan sebagai beberapa hal yang berhubungan dengan budi dan akal manusia.
Budaya sangat terkait erat dengan kehidupan masyarakat dan sangat mempengaruhi wawasan, tingkat pengetahuan, tata nilai yang antara lain meliputi sistem dan pranatan sosial, ide, pola pikir atau gagasan yang ada dalam pikiran manusia dalam kehidupan sehari hari.
Disisi lain budaya bisa berwujud benda sebagai hasil karya seseorang, bisa berbentuk aktifitas seperti pola perilaku, bahasa sehari hari
dan juga berupa lembaga lembaga sosial, kelompok masyarakat, religi, seni dan sebagainya yang semuanya itu mengekspresikan dinamika kehidupan masyarakat.
Di SH Terate budaya diwujutkan bukan hanya berupa gerak pencak silat semata namun ternampakkan pula dengan pengelolaan organisasi yang tidak meninggalkan nilai kearifan lokal (adat,tradisi dan ajaran), interaksi sosial yang dibalut dengan nilai etika, nilai estetika dan nilai moral
Disisi lain globasisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia, dimana batas wilayah bukan lagi hambatan yang berarti.
Hubungan antar bangsa berlangsung lebih aktif, dan setiap bangsa tidak menutup diri untuk berinteraksi dengan bangsa lain.
Indonesia sebagai bangsa yang terbuka tidak bisa menghindari fenomena itu dan tentu bersedia menerima tatanan global tersebut dengan segala konskwensinya.
Sementara itu tantangan global bidang budaya sebagai salah satu dampak globalisasi, antara lain bisa berupa meningkatnya beragam gaya hidup yg berpotensi merusak moral dan menggeser tata nilai, kepribadian dan budaya yg sudah ada, yang antara lain ditandai munculnya sikap, individualisme, hedonisme, pragmatisme, pergaulan bebas dan konsumtif serta lunturnya nasionalisme.
Lalu, bagaimana Warga SH Terate menjawab serta menyikapi tantangan yang demikian ?
Berikut beberapa tips dan cara mengantisipasinya.
1. Sebagai pendekar yang dalam proses latihan dilatih untuk selalu teliti dan kritis serta selektif dalam menyikapi setiap fenomena, seharusnyalah bisa bersikap lebih kritis dan juga teliti, selektif pada beberapa hal baru yang berasal dari luar negeri, sekaligus berusaha menemukan cara menyaring apakah hal tersebut bisa membawa dampak positif atau negatif dalam kehidupan dan diri sendiri, serta memastikan bahwa inovasi itu tidak bertentangan dan melanggar norma yang berlaku di negeri tercinta ini.
2.Sebagai pendekar yg dididik untuk memiliki kepekaan sosial, warga SH Terate wajar kiranya jika senantiasa berusaha memperluas wawasan dan memperkaya pengetahuan dan memperdalam ilmu pengetahuan, sebagai modal mengkaji jenis IPTEK dan beberapa inovasi yang masuk dari luar negeri dengan lebih jelas dan rinci, sehingga kita bisa mengetahui kegunaan, manfaat sekaligus dampak dari pengguanaan IPTEK dimaksud.
Sebagai contoh, merebaknya situs jaringan media sosial untuk segala usia, bisa dimanfaatkan untuk membangun interaksi atau transfer pengetahuan antar anggota masyarakat. Namun tetap mewaspadai dampak negatifnya.
3. Sebagai pendekar yang diyakini selalu ngugemi norma2 yang ada di Indonesia, kita memiliki kewajiban untuk memfilter budaya luar yang selaras dengan paugeran, pranatan dan norma kesantunan yang berlaku di negeri ini, sehingga terlihat lebih layak dan penggunaannya sesuai dengan adat adab yang berlaku di negeri tercinta ini.
4. Warga SH Terate dikenal pula sebagai Pendekar yang cinta pada negaranya, maka sudah selayaknya untuk selalu berusaha menanamkan kecintaan negeri ini pada keluarganya, saudaranya dan pada lingkungan dimana kita berada.
Dengan demikian kita nantinya tidak akan mudah terbawa arus budaya asing yang bisa memberikan dampak negatif dalam kehidupan.
5. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang merupakan pondasi utama pada diri masing2 Warga SH Terate agar senantiasa ditingkatkan, dengan harapan tidak mudah terbawa arus globalisasi yang menyesatkan.
6. Sikap arif dan bijak adalah salah satu cerminan karakter warga SH Terate.
Demikianpun, dalam menyikapi masuknya budaya asing ada baiknya dilakukan dengan sikap yang demikian, yakni tidak menolak dan juga tidak gampang hanyut dengan gelombang globalisasi secara penuh.
Kita musti tatag, kuat, terbuka dan tetap bangga dengan jatidiri negeri tercinta ini, sadar dengan dampak budaya luar namun tetap berpegang dengan identitas budaya sendiri.
Bahkan era globalisasi bisa kita manfaatkan untuk memperkenalkan pencak silat sebagai warisan luhur budaya Indonesia pada dunia.
7. Sikap Pasang Warga SH Terate bisa dimaknai mempersiapkan diri dengan baik.
Begitupun ketika kita dihadapkan dengan tantangan yang berbentuk kuatnya budaya asing dan persaingan yang tinggi.
Maka jika kita siap menghadapinya, itu berarti kita juga sudah bisa melewati tantangan globalisasi bahkan mampu menggesernya menjadi daya dukung untuk menepis pengaruh negatif budaya luar, seperti sikap materialistis, individualisme, hedonisme, pragmatisme, gaya hidup bebas dan konsumtif.
8. Dalam lirik mars SH Terate tertulis jelas kalimat menjunjung tinggi Pancasila, ucapan itu adalah merupakan ikrar kita.
Maka menanamkan dan mengamalkan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari musti dilakukan dengan sebaik mungkin agar bisa mewarnai semua aspek kehidupan berbangsa dan bertanah air.
9. Bersikap Selektif
Sikap berikutnya yang penting untuk dilakukan dalam menghadapi budaya luar adalah lebih selektif.
Apa yang ada pada budaya luar memang bisa dipandang mampu memberikan inspirasi untuk diterapkan dalam budaya kita, namun sebenarnya harus disesuaikan dulu dengan budaya kita, antara lain dengan:
*. Tidak meninggalkan nilai luhur budaya bangsa
*. Sesuai dengan adat ketimuran.
*. Tetap mengikuti perkembangan informasi dan juga teknologi supaya bisa terus maju dan tidak tertinggal.
10. Memupuk semangat cinta tanah air atau nasionalisme dan untuk mewujutkan hal tersebut harus dilandasi dengan beberapa nilai seperti:
*. Sikap dan juga perilaku cinta tanah air
*. Wawasan dan kesadaran bernegara
*. Mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.
Selanjutnya peran Warga SH Terate dalam ikut melestarikan pencak silat sebagai warisan luhur budaya bangsa sangat diharapkan agar marwah ajaran, adat tradisi dan aturan yang ada, tetap terjaga dan dapat diimplementasikan bersama2 dg baik sehingga keberadaan SH Terate benar2 dapat dirasakan perannya untuk menjaga budaya asli negeri tercinta ini.
Dengan berdasarkan ajaran, warga SH Terate hendaknya memiliki kemampuan dan kemauan yang kuat untuk menggeser tantangan dan ancaman menjadi kekuatan dan peluang yang antara lain dengan :
A. Sanggup menjaga, mempertahankan n melestarikan pencak silat sbg warisan luhur budaya bangsa.
B. Sanggup mengembangkan ajaran agar tidak kandas n tenggelam pd pengaruh globalisasi
C. Sanggup meningkatkan persatuan dan kesatuan baik antar anggota, dg masyarakat, dg perguruan pencak silat yg lain dan yg tak kalah pentingnya dg aparatur pemerintahan.
D. Sanggup menjadi figur keteladanan dimanapun berada dlm berbagai aspek kehidupan
E. Sanggup ikut memayu hayuning bawana untuk berguna bg orang lain.
F. Sanggup memposisikan diri untuk senantiasa leladi sesamining dumadi
Kongkritnya dimana bumi dipijak oleh warga SH Terate, disitu akan tetap terjaga, bertahan dan berkembang pencak silat sbg warisan budaya bangsa dengan segenap nilai2 ajaran adi luhungnya.