Ajaran "Narimo Ing Pandum" Dan Kerugian Bagi Insan Manusia Yang tidak Melakukanya.
Kontributor : Deny Saputra
Jurnalterate.com - Narimo ing pandum adalah sebuah kalimat penuh arti dalam filosofi bahasa jawa. Narimo ing pandum maksudnya adalah kita harus menyadari bahwa hidup ini sering sekali berbeda antara kenyataan dan harapan dalam kehidupan ini selalu ada yang tidak kita sukai justru menghampiri kita.
Tapi inilah bagian dari pembelajaran tentang kehidupan. Bahayanya, jika sifat narimo ing pandum tidak kita pelajari dan laksanakan akan beresiko memunculkan sifat iri dan dengki. Seseorang yang terjangkit virus tersebut, dalam menjalani hidupnya tidak akan tenang karena selalu mempersoalkan kebahagiaan hidup orang lain.
Baca juga :
Sifat iri tediri atas tiga bagian.
● Sifat iri yang pertama adalah tidak senang jika orang lain mendapat nikmat dan mengharapkan nikmat tersebut akan berpindah kepadanya sifat iri ini yang paling berbahaya.
● Sifat iri yang kedua adalah sifat tidak suka orang lain mendapat nikmat serta berharap nikmat itu hilang dari pemiliknya. Dan kalaupun nikmat itu tidak bisa hilang dari pemiliknya, ia berharap memiliki nikmat seperti itu.
● Sifat iri yang ketiga adalah sifat tidak suka apabila orang lain memiliki kenikmatan yang melebihinya. Dia tidak ingin kenikmatan yang dimiliki orang lain. Namun ia juga tidak ingin orang lain melebihinya.
Dalam pengaplikasian ajaran "Nrimo Ing Pandum" tersebut di kandung maksud setiap individu harusnya menyadari bahwa semua sudah mendapatkan bagian dari Allah sesuai dengan kadar masing-masing. Takdir baik dan takdir buruk sudah ditentukan oleh tuhan yang maha esa sesuai kadar kekuatan masing-masing.