Syahkan 394 Warga Baru, PSHT Mataram Sayangkan Momen Sakral Di Buat Ajang Konvoi.

Mataram - PSHT Nusa Tenggara Barat syahkan 394 warga baru dari 6 pengurus Cabang yang diadakan di Mataram dan Sumbawa pada bulan Muharram 1443 H. Acara pengesahan warga baru itu sempat diwarnai konvoi motor.
“Alhamdulillah, pengesahan warga baru di Mataram tahun 2021 berjalan sukses meskipun sempat diwarnai konvoy motor”, kata Hafizin, Ketua Panitia Pengesahan. 

Saat acara syukuran pengesahan warga baru, sebanyak belasan warga PSHT melakukan konvoi sepeda motor. Mereka melakukan konvoyisepeda motor dari arah Lombok Tengah dan berhenti di perbatasan Lombok Barat, tepatnya di desa Kuripan. Jarak antara lokasi konvoi dengan lokasi pengesahan sekitar 15 km.  

Sementara itu, Ketua Cabang PSHT Mataram Kang Mas Dwi Sudarsono menyesalkan konvoi motor yang dilakukan oleh sejumlah warga itu. Apalagi konvoi dilakukan di tengah acara paling sakral bagi warga PSHT, yaitu pengesahan warga baru. Konvoi dalam bentuk apapun merupakan tindakan yang tidak simpatik bagi masyarakat. Keliru, Justru konvoi yang dilakukan itu malah menimbulkan citra buruk untuk PSHT. 
“Jika saudara mencintai PSHT, ayo melatih atau aktif menjadi pengurus”, Wejang Dari Kang Mas Dwi Sudarsono. 
Keberhasilan pengesahan warga baru tahun ini tidak terlepas dari dukungan dari berbagai pihak. Tentunya tidak mudah menyelenggarakan pengesahan warga baru dalam kondisi pendemi Covid-19. Panitia Pengesahan meyakinkan para pihak acara pengesahan diselenggarakan dengan menerapkan Prokes Covid-19 yang sangat ketat. 

Sebanyak 13 Dewan Pengesahan diterjunkan untuk melakukan pengeceran warga baru itu. Acara pengeceran dikoordinir oleh Kangmas Sutopo yang juga anggota Dewan Harkat Martabat PSHT. Dewan Pengesahan lainnya berasal dari Bali dan Lombok.
Kang Mas Hafizin berharap, setelah disyahkan, warga baru PSHT diharapkan mengaplikasikan ilmunya baik untuk organisasi maupun bagi masyarakat luas. 

Dia menambahkan, warga baru telah menjalani latihan selama 2 tahun dan dilatih olah raga dan olah rasa. Setidaknya, ilmu yang diperoleh warga baru berguna bagi dirinya sendiri di dalam menjalani kehidupan kelak.