Ikspi Lamongan : "Kami menolak pengumpulan masa". Nitizen Lamongan "Mau ambil peran negara"
Lamongan - Perbedaan pendapat adalah sebuah fitroh manusia, namun terkadang perbedaan itu di manfaatkan oleh oknum-oknum yang secara sengaja membuat arah perbedaan menjadi gesekan di akar rumput kondusifitas masyarakat.
Seperti yang di unggah oleh akun facebook silat kera sakti 1980. Yang menamakan dirinya sebagi pengurus IKSPI Cab. Lamongan membuat pernyataan berupa konten foto penolakan di masa PPKM dengan imbuhan kalimat "Dengan Keras".
Kami menghubungi salah satu warga PSHT di Cab. Lamongan Kang Mas Kevin Kec. Tikung via telvon, meminta tanggapan atas Foto yang viral di group PSHT karena sedikit menimbulkan kegaduhan di tubuh PSHT.
"Kami juga bertanya-tanya maksudnya apa, apakah mau mengambil peran pemerintahan, atau mengubah gerakan organisasi silatnya menjadi LSM seolah-olah gugus covid tidak ada gunanya".
Jelas memang kata-kata penolakan tersebut menimbulkan pertanyaan di khalayak umum, apa hubungannya silat dengan penanganan Covid-19. pasalnya, dari awal di berlakukannya PPKM, IKSPI Cab. Lamongan baru membuat gerakan seperti ini.
"Kemarin-kemarin meraka juga diam saja, santai saja, kenapa mendekati acara PSHT mereka membuat hal seperti itu, toh masyarakat juga tahu kalau di masa PPKM ini tidak boleh mengumpulkan masa".
Seperti yang kita fahami, bahwa memang masyarakat biasa yang bukan anggota PSHT juga faham atas berlakunya PPKM ini tidak boleh mengumpulkan masa. Dalam hal ini team Jurnal Terate mengambil kesimpulan bahwa Ikspi Cab. Lamongan mengesampingkan/tidak menganggap adanya badan penanggulangan Covid dan Pihak kepolosian untuk memerangi pandemi.